Keluarga Keluhkan Penjagaan Ketat Aipda Saudin
Kamis, 31 Agu 2006 11:11 WIB
Jakarta - Hingga hari ketiga setelah penembakan terhadap Kapten CAJ Hadiana Siringoringo, keluarga belum diizinkan menjenguk Aipda Saudin ruang ICU RS Polri Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Kamar Saudin juga dijaga ketat. "Saya tidak tahu kondisi terakhir, yang saya baca dari koran katanya sudah siuman sejak kemarin," ujar Sirait, kakak ipar Saudin, yang ditemui detikcom di RS Polri, Kamis (31/8/2006).Sirait yang ditemani tiga orang kerabat lainnya mengeluhkan penjagaan yang ketat dari pihak kepolisian terhadap adik iparnya itu. "Polisi tidak mengizinkan masuk. Ada 3 polisi di depan," katanya.Memang sejak dirawat di RS Polri, Polres Metro Bekasi menempatkan tiga anggota polisi untuk berjaga-jaga. Mereka duduk-duduk di lobi depan pintu ruang ICU. Ada dugaan, penjagaan ketat polisi ini dilakukan agar Aipda Saudin tidak mencoba bunuh diri lagi, seperti yang dilakukannya setelah menembak istrinya.Sementara itu Kepala Tata Usaha RS Polri, AKP Bambang Sunargo, ketika dikonfirmasi mengenai kondisi Aipda Saudin membenarkan setelah operasi pengangkatan proyektil yang dilakukan Rabu kemarin, Saudin sudah siuman. Namun Bambang enggan memberikan keterangan lebih rinci perihal kondisi terkini Saudin."Laporannyanya sudah dikirim ke Mabes Polri, tanya dokter yang merawatnya saja," kilah Bambang.Ketika detikcom berusaha menemui dokter yang menangani Saudin, dr Merry Pangaribuan, seorang perawat memberikan jawaban yang sama seperti kemarin. Dokter Merry tidak bisa ditemui tanpa alasan yang jelas.
(bal/)











































