Holcim Mengaku Penunjukan dari BRR Profesional
Kamis, 31 Agu 2006 07:15 WIB
Jakarta - Isu tak sedap menerpa Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias. Salah satunya dugaan kolusi dalam penunjukan PT Holcim Indonesia untuk pengangkutan dan penghancuran/pemusnahan obat-obatan rusak dan kadaluwarsa setelah emergensi Nias.Namun, hal tersebut dibantah PT Holcim Indonesia. Mereka menilai pihaknya melakukan pekerjaan tersebut secara profesional tanpa ada intervensi penguasa tertentu."Sejak awal Holcim Indonesia telah memperlakukan proyek ini dengan sangat profesional. Kami tidak melihat keterlibatan Kepala BRR Kuntoro Mangkusubroto selama proses ini berlangsung," kata Corporate Communications Manager PT Holcim Monika Iryanti Ihsan dalam rilisnya kepada detikcom, Kamis (31/8/2006).Selain itu, Holcim juga membantah tudingan ICW bahwa penunjukan PT Holcim tidak melalui prosedur yang benar sesuai dengan surat perjanjian antara PT Holcim dengan pihak BRR yaitu nomor 522/KPA.464862/VII/2006 tanggal 5 Juli 2006 lalu."Kita memperoleh izin dari KLH untuk menghancurkan obat-obat yang telah kadaluwarsa. Itu dilakukan karena kami memiliki peralatan seperti itu dan berpengalaman," tambah Monika.PT Holcim juga telah mendapatkan kepercayaan dari pihak lain untuk melakukan proyek serupa. "Kita pernah mengerjakan proyek seperti ini atas permintaan NGO dari Australia," papar Monika.
(ahm/)











































