Buang Lumpur ke Selat Madura, Lapindo Siapkan Pipa 20 Km

Buang Lumpur ke Selat Madura, Lapindo Siapkan Pipa 20 Km

- detikNews
Kamis, 31 Agu 2006 06:37 WIB
Jakarta - Lapindo Brantas Inc bersama dengan LPPM Universitas Airlanga Surabaya akan membahas soal kemungkinan pembuangan lumpur panas Lapindo ke Selat Madura.Saat ini, kedua tim sedang melakukan studi rona awal untuk zona perairan di Selat Madura yang hasilnya nanti antara lain berupa rekomendasi tentang seberapa jauh dari garis pantai air lumpur olahan bisa dibuang ke laut.Hal ini disampaikan oleh Facilities & Construction Manager Lapindo, Bambang Kunto, dalam rilisnya kepada detikcom, Kamis (31/8/2006).Pernyataan Bambang dilontarkan terkait rencana pembuangan air lumpur yang telah diolah melalui water treatment plant (WTP) ke laut. "Terlepas dari hasil studi itu nanti, saat ini yang kita rencanakan dengan didasarkan pada hal-hal teknis, adalah pemasangan pipa sepanjang sekitar 20 kilometer mulai dari area kolam-kolam penampungan hingga ke laut," ujarnya.Bambang mengatakan bahwa saat ini proses penelitian berada pada tahap analisa sampling."Kalau izin pembuangan itu sendiri baru akan dikeluarkan oleh KLH setelah diketahui kualitas air hasil olahan WTP," ujar Bambang, sembari menambahkan bahwa satu unit WTP saat ini sedang dalam tahap uji coba operasi di Pond C2.Sementara itu, untuk pemasangan pipa pembuangan air lumpur yang telah dilakukan sejak beberapa hari terakhir, lanjut Bambang Kunto, Lapindo beserta Tim-2 mendasarkan pada 'izin prinsip' dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengenai rencana pembuangan air olahan ke laut.Dari rencana 20 kilometer itu hingga hari ini, lanjutnya, pipa sejauh sekitar lebih dari 4 kilometer telah tersambung dengan menggunakan cara pengelasan.Pipa-pipa berukuran 18 inch dan 20 inch itu berupa potongan-potongan yang panjangnya 6 dan 12 meter. Total pipa yang tersedia saat ini jika disambungkan keseluruhannya, mencapai sekitar 12 ribu meter. Kekurangan jumlah pipa akan segera dipenuhi dengan mendatangkan lagi dari penyuplai."Perlu kami tegaskan bahwa pembuangan air olahan ke laut belum kita lakukan," jelasnya.Sementara itu, menanggapi protes dari beberapa kelompok masyarakat terhadap rencana pembuangan air lumpur ke laut, Kepala Divisi Humas Lapindo, Yuniwati Teryana, mengimbau agar mereka juga memberikan solusi atas masalah luapan lumpur ini terutama cara menghindari dari bahaya yang justru bisa lebih besar jika musim hujan tiba sementara jumlah lumpur dan air belum dikurangi."Namun kami tetap sangat mengharapkan bahwa masyarakat bisa menerima rencana pembuangan ini. Karena semua akan kami lakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor mulai dari faktor perizinan, lingkungan, dan faktor-faktor lain," jelasnya. (ahm/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait