KBRI Harus Dekat Masyarakat
Kamis, 31 Agu 2006 00:17 WIB
Den Haag - KBRI harus dekat dengan masyarakat. Memberi perlindungan dan dekat masyarakat merupakan misi yang ditekankan.Hal itu dikemukakan Menlu Hassan Wirajuda dalam acara ramah tamah dengan masyarakat Indonesia di Belanda di Wisma Duta, Wassenaar, Senin malam atau Selasa (29/8/2006) pagi WIB."Kedutaan harus selalu dekat dengan masyarakat. Dekat dengan masyarakat dan memberi perlindungan masyarakat merupakan misi yang saya tekankan. Saya bangga mendengar banyaknya masyarakat yang datang pada HUT Kemerdekaan 17 Agustus lalu di sini. Suasana keakraban ini perlu selalu dipelihara," kata Menlu.Hadir pada acara malam itu antara lain para tokoh masyarakat Maluku, berbagai ormas elemen bangsa Indonesia di Belanda dan komunitas Jawa Suriname, yang rutin diundang tuan rumah KUAI Djauhari Oratmangun. Mantan Wapres Try Sutrisno yang kebetulan berada di Belanda juga terlihat hadir.Pada kesempatan itu Menlu menyampaikan rasa terimakasih kepada warga Indonesia di Belanda dan negara lainnya, yang telah peduli dengan berbagai bencana yang terjadi di tanah air. "Saya sangat menghargai solidaritas dan perhatian masyarakat, tidak lupa juga kepada masyarakat asing," ujar Menlu.Lebih jauh Menlu mengatakan bahwa kunjungan singkatnya ke Belanda adalah merupakan kunjungan kerja balasan kepada koleganya, Menlu Bernard (Ben) Rudolf Bot, courtesy call (kunjungan kehormatan) ke PM JP Balkenende, bertemu dengan sejumlah menteri dan CEO perusahaan Belanda."Kita melihat sebuah momentum baru. Kita sama-sama memikul beban sejarah yang panjang. Perlahan tapi pasti kedua pihak kini mampu mengikis beban psikologis," demikian Menlu.
(es/)











































