Buku 'Beribu Alasan Rakyat Mencintai Pak Harto' Diluncurkan
Rabu, 30 Agu 2006 17:59 WIB
Jakarta -
Setelah 8 tahun lengser, Soeharto masih punya banyak fans. Sebuah buku berisi tentang prestasi penguasa Orde Baru itu pun diluncurkan. Berminat?Buku itu bertajuk "Beribu Alasan Rakyat Mencintai Pak Harto". Sejumlah pejabat Orba seperti mantan Jaksa Agung Ismail Saleh, mantan Pangab Jenderal TNI Purn Wiranto dan mantan Menkeu Fuad Bawazier terlihat meramaikan suasana.Tidak hanya para mantan pejabat saja, peluncuran buku karangan Dewi Ambar Sari dan Lazuardu Adi Sage di Graha Cipta II, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (30/8/2006) itu juga diramaikan 300 anak yatim piatu, artis sekaligus politisi Sys NS dan Mieke Wijaya.Ratusan anak yatim piatu itu mendapatkan santunan berupa uang, baju dan makanan sebagai tanda syukur diselesaikannya penyusunan buku tersebut.Seperti yang sudah bisa ditebak, isi buku "Beribu Alasan Rakyat Mencintai Pak Harto" ini menggambarkan prestasi-prestasi Pak Harto sebagai mantan Presiden RI, seperti integrasi Timtim, pembebasan Irian Barat, peluncuran Satelit Palapa dan swasembada pangan.Buku itu juga memuat foto-foto kegiatan Pak Harto dalam berbagai kegiatan, baik dengan almarhumah Ibu Tien maupun saat menerima kunjungan tamu kenegaraan.Di bagian akhir buku berisi berbagai kesaksian mulai dari kalangan bawah penjaga pintu tol, buruh, guru sampai tokoh-tokoh di masyarakat.Dalam sambutannya di acara tersebut, Ismail Saleh mempertanyakan judul buku. "Kenapa judulnya beribu, mestinya ratusan juta alasan mencintai Pak Harto," usulnya.Sebab ia yakin setelah 8 tahun lengser masih ada kelompok masyarakat yang mencintai Pak Harto. Ini terbukti dari pemberian penghargaan pada Pak Harto dari HKTI.Sementara Wiranto memuji pemikiran Pak Harto. Saat ia menjadi ajudannya, Wiranto mengaku banyak belajar bahwa Pak Harto sangat menghargai hak-hak orang kecil."Saya pernah bertanya pada Pak Harto kenapa datang ke Istana pukul 09.00 WIB bukan pukul 07.00 WIB. Lalu Pak Harto menjawab kalau pukul 07.00 WIB itu kan Jakarta macet, kalau saya berangkat pukul 07.00 WIB juga maka pasti ada pekerja yang nanti terlambat ke kantor karena jalanan tambah macet. Jadinya saya yang ngalah," beber Wiranto.
(umi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































