Partai Yang Tidak Ingin Reshuffle, Munafik!
Rabu, 30 Agu 2006 16:43 WIB
Jakarta - Ketua Departemen Organisasi Kaderisasi Pembinaan Partai GolkarYuddy Chisnandi menilai secara umum partai politik menginginkan adanya reshuffle kabinet karena kinerja menteri yang buruk."Yang tidak ingin (reshuffle) munafik, apalagi masyarakat menilai tidak semua menteri memiliki kinerja yang baik, apalagi parpol menilai hal yang seperti itu," kata Yuddy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/8/2006).Menurut dia, kinerja pemerintahan belum menggembirakan sehingga harus ada menteri yang kapabel.Wapres Jusuf Kalla minta tidak ada reshuffle? "Pak Kalla cuma bersikap yang objektif dan proporsional karena yang punya kewenangan Pak SBY. Jadi menurut dia, sekarang belum saatnya," ujarnya.Pria yang juga menjadi anggota Komisi I DPR menegaskan Partai Golkar mengharapkan jatah kursi di Kabinet Indonesia Bersatu bertambah. "30 Kursi pun kita siap," cetus Yuddy.Lebih lanjut Yuddy mengatakan, sebagian besar fungsionaris Golkar ingin ada jarak antara Golkar dengan pemerintahan. "Tetapi kita terikat fatsoen bahwa Golkar adalah partai pendukung. Tetapi ternyata tidak ada perubahan yang berarti terhadap citra pemerintah dengan dukungan Golkar," terangnya.Yuddy menilai Presiden SBY belum mengoptimalkan dukungan Golkar. "Seharusnya presiden memanfaatkan dukungan dengan memberikan kursi menteri lebih banyak, jatah duta besar atau jatah dirjen di pemerintahan untuk Golkar," kata Yuddy.
(aan/)











































