Pelayanan Kesehatan HIV/AIDS di DKI Diperluas ke Puskesmas
Rabu, 30 Agu 2006 16:09 WIB
Jakarta - Cakupan pelayanan kesehatan terhadap penderita HIV/AIDS di DKI Jakarta akan diperluas. Basis pelayanan tidak lagi RS tapi di tingkat Puskesmas.Langkah strategis itu dilakukan setelah Komisi Penanggulangan HIV/AIDS DKI Jakarta mendapatkan bantuan dana Rp 3,2 miliar dari AUSAIDS. Dana itu diberikan lewat program The Indonesian HIV/AIDAS Prevention and Care Project. Ada 30 puskesmas di seluruh Jakarta yang akan dipersiapkan untuk program ini.Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi DKI, Fauzi Bowo, dalam pembukaan Rakerda DKI di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (30/8/2006)."Kami ingin mempercepat pelayanan (kepada penderita AIDS). Basic-nya tidak lagi RS, tapi puskesmas. Ini bentuk dari perluasan cakupan pelayanan HIV/AIDS," kata Fauzi. Fauzi menegaskan, Pemda DKI akan terus menanggulangi penyebaran HIV/AIDS. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang bersifat menyeluruh. "Kita butuh perencanaan menyeluruh, siapa mengerjakan apa. Hal ini supaya masing-masing agensi itu jelas pekerjaannya," tutur Fauzi.Lewat Jarum SuntikFauzi yang juga Ketua Badan Narkotika Nasional (BNN) DKI ini mengatakan, penularan HIV/AIDS ini sebagian besar melalui jarum suntik. Saat ini di DKI diperkirakan jumlah pengguna jarum suntik mencapai 27 ribu orang. "70 Persen di antaranya menderita HIV/AIDS. Hal ini sungguh sangat memprihatinkan," ujar pria yang akrab disapa Foke ini.
(djo/)











































