SBY Izinkan Air dan Lumpur Lapindo Dibuang ke Laut
Rabu, 30 Agu 2006 16:01 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya memberikan lampu hijau pembuangan air dan lumpur Lapindo ke laut. Tapi sebelumnya material tersebut harus diolah agar tidak mencemari lingkungan pantai dan biota laut."Hasil pertemuan tadi pada prinsipnya mengizinkan pembuangan air dan lumpur yang sudah di-treatment terlebih dahulu dan tidak membawa masalah di kemudian hari," kata Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, di Kantor Presiden, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (30/8/2006).Pernyataan di atas merupakan hasil rapat terbatas yang baru saja usai. Rapat juga diikuti Gubernur Jawa Timur Imam Oetomo, Menteri ESDM Purnomo Yosgiantoro, Menteri PU Djoko Kirmanto, Meneg LH Rachmat Witoelar, Kapolri Jenderal Pol Sutanto dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.Menneg Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar yang ditunjuk sebagai penanggung jawab penanganan lumpur Lapindo menjelaskan bahwa yang dibuang ke laut bukan lumpur, melainkan air dari bak penampungan lumpur yang dinetralkan terlebih dahulu dari material zat-zat berbahaya.Belum diketahui kapan pembuangan ke laut dimulai. Sebab langkah itu pun merupakan alternatif terakhir, dan baru dilakukan bila luapan lumpur sudah tidak bisa dikendalikan lagi."Saat ini belum sampai lumpur itu meluap dari bak tanggul penampungan, jadi belum ada yang dibuang ke laut," tegasnya.Sejauh ini Menneg LH menolak keras bila lumpur Lapindo dialirkan ke laut. Sebab di laut pergerakan lumpur tidak bisa dikontrol sehingga ditakutkan membawa dampak negatif bagi lingkungan yang besar di lepas pantai Sidoarjo, Surabaya, bahkan Bali.Penolakan juga datang dari Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi. Lumpur itu bisa dikhawatirkan bisa melumpuhkan sampai 50 persen kegaiatan produksi perikanan Jawa Timur akibat rusaknya tambak-tambak udang di Sidoarjo, tambak garam Madura dan pendangkalan pelabuhan Tanjung Perak.
(asy/)










































