Diprotes Yahudi, Restoran Hitler Berganti Nama
Rabu, 30 Agu 2006 15:50 WIB
Mumbai - Jangan sembarangan bikin nama. Sebuah restoran di India yang diberi nama Hitler's Cross Cafe telah memancing kemarahan komunitas Yahudi di negeri itu. Buntutnya, pemilik resto harus mengganti nama usaha bisnisnya itu.Karena diprotes sana-sini, kata Hitler pun dihilangkan sehingga kini resto tersebut bernama The Cross Cafe. Demikian disampaikan pemilik tempat makan tersebut, Puneet Sablok seperti diberitakan ABC News, Rabu (30/8/2006).Restoran yang dibuka 18 Agustus lalu di pinggiran Kota Mumbai langsung menuai kecaman dari komunitas Yahudi di India. Para pemimpin Yahudi bahkan menemui Sablok dan mendesaknya mengganti nama restorannya.Ada sekitar 5.500 orang Yahudi di India dan sebanyak 4.500 di antaranya tinggal di Mumbai, yang dulu dikenal sebagai Bombay."Ketika saya bertemu dengan orang-orang Yahudi itu dan mereka mengatakan bagaimana nama itu melukai mereka, saya putuskan untuk mengubahnya," kata Sablok."Saya tidak ingin melukai siapapun dan hanya ingin berbisnis," imbuh pemilik tempat makan yang menyajikan hidangan pizza, salad dan aneka kue.Sablok pun setuju untuk mengganti nama itu. Namun dia belum menemukan nama baru. Sejauh ini yang dilakukannya hanyalah menghilangkan kata Hitler dari papan nama restoran.Sebagian warga India menganggap Hitler tak lebih sebagai figur bersejarah. Hanya sedikit yang mengetahui soal Holocaust, pembantaian jutaan warga Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler selama Perang Dunia II.
(ita/)











































