14 Dukuh di Boyolali Terancam Dampak Kebakaran Merbabu

14 Dukuh di Boyolali Terancam Dampak Kebakaran Merbabu

- detikNews
Rabu, 30 Agu 2006 13:11 WIB
Solo - Ratusan warga 14 dukuh di Kecamatan Ampel, Boyolali, yang berada di lereng Merbabu terancam dampak buruk dari kebakaran besar di Merbabu. Selain terkena dampak dengan berhentinya aktivitas sehari-hari, mereka juga jadi kena dampak buruk kesehatan akibat abu sisa kebakaran."Sedikitnya 14 dukuh terancam dampak kebakaran hutan di gunung Merbabu kali ini. Asapnya saat ini juga sudah mulai mengganggu beberapa warga," ujar Camat Ampel, Sukamto, Rabu (30/8/2006).14 Dukuh tersebut, lanjutnya, berada di beberapa desa, antara lain Desa Jlarem, Ngadirojo, Sampetan, Candisari, Ngagrong, dan Ngargoloka.Jumlah tersebut belum termasuk warga lereng Merbabu yang berada di Kecamatan Selo, Boyolali. Kecamatan Selo terbagi menjadi dua yaitu bagian selatan berada di lereng Merapi, sedangkan Selo bagian utara berada di lereng Merbabu.Di Selo setidaknya ada beberapa dukuh yang juga terancam dampak kebakaran, antara lain Slowangan, Genting, Tarubatang dan lain-lainnya.Sementara itu Sekcam Selo, Bony Facio, menjelaskan kebakaran yang merembet ke hutan di kawasan Petak 53 dan 49 yang keduanya seluas 52 hektar saat ini sudah berhasil dipadamkan. Pemadaman dilakukan pihak Perhutani dan ratusan warga desa di pemukiman terdekat."Laporan yang kami terima dari Perhutani, api di dua petak itu berhasil dipadamkan. Namun bukan tidak mungkin masih ada bara di dalam tanah atau semak. Karenanya kami masih waspada penuh karena hembusan angin kencang memungkinkan bara-bara api yang mungkin masih tersimpan itu kembali membesar," paparnya.Dikatakannya, pepohonan yang terbakar di kedua petak hutan itu berupa jenis pohon kaliandra, sabana dan alang-alang. Jenis tanaman ini adalah tanaman di lapisan III hutan lereng Merbabu.Kawasan puncak hingga lereng Merbabu terbagi menjadi enam bagian. Lapisan I ditanami rumput, lapisan II ditanami semak-semak, lapisan III pohon kaliandra atau kemlandingan gunung, lapisan IV ditumbuhi Pinus dan Akasia, lapisan V lahan garapan warga dan lapisan VI kawasan pemukiman penduduk. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads