Pengacara Korban UN Minta Persiapan UN 2007 Ditunda

Pengacara Korban UN Minta Persiapan UN 2007 Ditunda

- detikNews
Rabu, 30 Agu 2006 13:06 WIB
Jakarta - Tim Advokasi Korban Ujian Nasional (UN) dari LBH Jakarta yang menggugat Presiden SBY, Wapres Jusuf Kalla, Mendiknas Bambang Soedibyo, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Suhendro, meminta pemerintah menunda persiapan penyelenggaraan UN 2007.Pasalnya, kasus hukum UN masih berjalan. Persiapan UN 2007 boleh-boleh saja dilakukan setelah ada keputusan tetap dari hakim.Gugatan tersebut disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Rabu (30/8/206). Agenda sidang pembacaan gugatan.Namun karena tim kuasa hukum dari penggugat ingin menambahkan materi yang cukup substansial dalam gugatan mereka, maka mereka meminta waktu kepada majelis hakim yang dipimpin Andriani Nurdin agar sidang dapat dilanjutkan pada 4 September 2006.Menurut Koordinator Tim Advokasi Korban UN, Gatot, dalam materi gugatan mereka ingin menambahkan tentang pelaksanaan UN 2007. Sebab tergugat 3 (Mendiknas) dan tergugat 4 (Ketua BKSP) dalam media-media mengatakan akan melaksanakan dan menyelenggarakan UN 2007."Kami meminta agar tidak ada persiapan apa-apa sebelum ada keputusan tetap dari majelis hakim. Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Jadi kami minta tergugat 3 dan 4 jangan melakukan persiapan apapun untuk UN 2007," bebernya.Selain itu permintaan penundaan sidang juga dikarenakan siswa-siswi yang tidak lulus UN kini tengah mengikuti ujian Paket C.Tim Advokasi Korban UN mewakili 58 orang, 20 dari Surabaya, 12 dari Medan dan 26 dari Jakarta. Di antara nama-nama itu ada artis Sophia Latjuba.Sementara Kristiono, orangtua Indah Kusumaningrum -- siswi yang tidak lulus UN -- mengakui putrinya kini tengah ikut ujian Paket C. Namun siswi PSKD 7 Depok itu masih takut akibat dampak psikologis ujian nasional sebelumnya. Nilainya hanya anjlok di mata pelajaran Matematika yang mendapatkan nilai 4, sedangkan Bahasa Inggris dan Indonesia masing-masing mendapat nilai 8."Jadi saya tersinggung dengan perkataan pemerintah yang mengatakan anak yang tidak lulus UN itu bodoh," katanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads