Warga Duduki Jalan Tol Minta Lumpur Lapindo Ditanggul

Warga Duduki Jalan Tol Minta Lumpur Lapindo Ditanggul

- detikNews
Rabu, 30 Agu 2006 11:10 WIB
Sidoarjo - Lumpur Lapindo kian menggila dan tidak terbendung. Lumpur mulai mencemari sungai. Ratusan warga pun menduduki tol Surabaya-Gempol meminta dibangun tanggul.Warga Desa Keboguyang dan Desa Glagah Arum menduduki jalan tol Surabaya-Gempol Km 39/200 sejak Rabu (30/6/2006) pukul 08.00 WIB.Warga menuntut Lapindo dan Yon Zibur V Kepanjen Malang yang bertanggung jawab menangani tanggul segera melakukan penutupan terhadap luapan lumpur yang kini meluber di Km 39/600 hingga Km 39/800. Tinggi lumpur sekitar 20 cm.Akibat lumpur yang meluber, sudah menggenangi sebagian desa Renokenongo dan mengalir masuk ke dalam Sungai Mbungan yang melewati Desa Keboguyang dan Desa Glagah Arum.Air sungai kini sudah bercampur lumpur. Padahal di sekitar sungai itu sebelumnya sudah ditanggul setinggi 1 meter, namun lumpur kini telah mencapai bibir tanggul."Pokoknya kita tidak akan meninggalkan jalan tol sebelum dilakukan penanggulan. Kami tidak ingin desa ditenggelamkan lumpur Lapindo. Kita menikmati untungnya kok dapat ruginya," kata Mulyo, warga Desa Keboguyang.Warga kini tampak duduk-duduk di sekitar tol. Ada juga yang melakukan negosiasi dengan aparat. Sementara truk-truk yang membawa pasir dan batu tampak dihentikan warga dan diarahkan ke lokasi yang telah digenangi lumpur Lapindo.Sekolah LiburAkibat lumpur yang mulai memasuki sejumlah sekolah di Desa Renokenongo, siswa-siswi pun diliburkan.Sekolah yang diliburkan antara lain SDN 1 Renokenongo dan SDN 2 Renokenongo.Sejumlah guru dan murid terlihat bahu-membahu menggotong perlengkapan sekolah dan dokumen-dokumen berharga. Lumpur sudah memasuki halaman sekolah dengan ketinggian setumit. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads