Tanah di Sekitar Semburan Lumpur Lapindo Amblas

Tanah di Sekitar Semburan Lumpur Lapindo Amblas

- detikNews
Rabu, 30 Agu 2006 02:20 WIB
Sidoarjo - Menginjak hari ke 92, penanganan penghentian semburan lumpur Lapindo Brantas Inc belum membuahkan hasil. Akibatnya, tanah yang berada di sekitar lokasi semburan liar lumpur Lapindo saat ini mulai mengalami penurunan atau amblas.Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, daerah di sekitar Sumur Banjar Panji I saat ini mengalami penurunan hingga 25 cm. Sedangkan di tiga desa lainnya yang berada di sekitar sumber luapan Lumpur Desa Siring mengalami penurun sekitar 5 cm, Desa Jatirejo 3 cm dan Desa Kedung Bendo mengalami penurunan tanah 2 cm.Data adanya penurunan tanah di sekitar semburan lumpur Lapindo ini dikumpulkan oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) pada bulan Juli lalu. Untuk mengetahui adanya penurunan tanah akibat semburan lumpur tersebut, IAGI melakukan pengamatan di tiga desa dengan menggunakan alat Global Position System (GPS) Tipe Geodetic.Menindaklanjuti hasil pengamatan adanya penurunan tanah yang dilakukan oleh IAGI, tim ahli geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) selama empat hari ini kembali turun ke empat desa di sekitar semburan lumpur Lapindo untuk kembali mengamati adanya penurunan tanah."Sampai hari keempat ini kita telah melakukan pengamatan sebanyak 18 titik di empat desa yang ada di sekitar sumur Banjar Panji I Base yang ditempatkan di depan pintu tol Sidoarjo," kata ketua tim ahli geologi dari ITB, Kukuh Hadiyanto, kepada detikcom, Selasa (29/8/2006).Menurutnya, untuk melakukan pengamatan dan penempatan alat GPS ini, tim ITB menggunakan dengan 3 radius dari pusat semburan lumpur. Radius pertama berjarak 500 meter hingga 1 kilometer. Radius kedua 1,5 kilometer hingga 2 kilometer dan radius ketiga dengan jarak 3 hingga 3,5 kilometer.Namun, hasil final pengamatan tim ITB ini baru akan diketahui sekitar 2 minggu lagi. Karena, setelah dilakukan pengamatan dengan menggunakan Global Position System (GPS) Tipe Geodetic, tim ITB masih harus melakukan pengamatan hasil GPS dengan satelit untuk mengetahui hasil pastinya. "Penurunan struktur tanah yang berada di daerah sekitar sumur Banjar Panji I antara 2 hingga 5 centimeter itu dilakukan bulan Juli lalu. Saat ini kita perkirakan sudah mencapai hingga 10 centimeter. Namun, hal tersebut masih relatif stabil dan tidak begitu berbahaya," tandasnya. (bal/)


Berita Terkait