Bapedalda Riau Belum Umumkan Perusahaan Pembakar Hutan
Selasa, 29 Agu 2006 18:11 WIB
Pekanbaru - Dari pantuan satelit NOAA kebakaran hutan dan lahan di Riau sebagian besar berada di areal eks HPH dan HTI. Untuk perkebunan kelapa sawit masih dalam penyelidikan. Bapedalda Provinsi Riau belum mengumumkan perusahaan pelaku pembakaran tersebut. "Kita mengakui titik api yang ada di Riau ini sebagian besar berada di areal eks HPH dan HTI. Kendati demikian, secara hukum status perusahaan belum ada yang kita jadikan tersangka. Semua masih dalam proses penyelidikan," kata Kepala Bapedalda Provinsi Riau, Khairul Zainal saat ditemui wartawan di Gedung Daerah Riau, Jl Diponegoro, Pekanbaru, Selasa (29/8/2006). Menurut Khairul, kebakaran hutan yang terjadi di eks HPH di Riau ini, disebabkan adanya aktivitas penguasaan lahan secara ilegal oleh sekelompk masyarakat. Hal itu terjadi karena status kawasan itu masih di bawah naungan pemerintah pusat. "Karena itu kita sudah mengajukan permohonan agar lahan eks HPH menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Dengan demikian lahan itu bisa menjadi tanggung jawab masing-masing kabupaten dan kota di Riau," kata Khairul. Menyinggung tentang adanya indikasi terbakarnya lahan milik perusahaan perkebunan di Riau, Khairul menjawab, bahwa semua masih dalam tahap proses penyelidikan baik perusahaan bidang kehutanan dan perkebunan. "Saya belum bisa umumkan perusahaan mana saja yang akan dijadikan tersangka dalam kasus kebakaran hutan di Riau ini. Karena sejauh ini secara hukum baru sebatas penyelidikan. Artinya penyelidikan itu bisa dilanjutkan bisa juga tidak, tergantung adannya bukti-bukti kuat di lapangan nanti," terang Khairul. Menurut Khairul, pihaknya baru akan mengumumkan sejumlah perusahaan pembakar hutan dan lahan setelah proses penyelidikan ditingkatkan menjadi penyidikan. "Nanti kalau sudah ada proses lebih lanjut dan sudah ada bukti kuat baru kita jadikan tersangka. Sejuah ini belum ada yang kita jadikan tersangka. Tunggu saja tanggal mainnya," kata Khairul. Secara terpisah, perusahaan perkebunan sawit PTP Nusantara V di Riau memastikan perusahaan itu tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan. Menurut Kepala Urusan (Kaur) Humas PTPV, A Badran, pihaknya sempat terkejut disebut-sebut salah satu perusahan yang ditemukan titik api di areal perkebunannya. "Sejauh ini perusahaan kita tidak mungkin melakukan aktivitas pembakaran. Justru kita menjaga jangan sampai terjadi rembetan pembakaran lahan dari luar perkebunan. Kalau itu terjadi, tentulah perusahaan negara ini yang akan dirugikan, karena tanaman kami yang terbakar," kata Badaran saat dihubungi per telepon.
(asy/)











































