Aipda Saudin Tergeletak di Lantai, Kapten Hadiana Terkapar di Kasur

Aipda Saudin Tergeletak di Lantai, Kapten Hadiana Terkapar di Kasur

- detikNews
Selasa, 29 Agu 2006 16:29 WIB
Jakarta - Penembakan itu terjadi di kamar tidur Aipda Saudin Debataraja dan Kapten CAJ Hadiana Siringoringo. Setelah ditembak suaminya, Hadiana tewas dan terkapar bersimbah darah di kasur. Sementara Saudin tergeletak bersimbah darah di atas lantai. Aipda Saudin merupakan anggota Polsek Bekasi Timur, sedangkan Hadiana merupakan anggota TNI yang berdinas di Mabes TNI AD. Pasangan yang dikaruniai tiga anak ini mengalami kejadian tragis ini pada Senin (28/8/2006) pukul 23.00 WIB. Keluarga ini bertempat tinggal Jl. Rawalumbu Tengah IV, RT 05/29 nomor 299, Kecamatan Bojong, Rawalumbu, Bekasi Timur. Rizal (48), salah seorang tetangga yang bertempat tinggal di depan rumah pasangan Saudin-Hadiana, merupakan salah seorang saksi yang melihat kondisi suami-istri itu tidak lama seusai penembakan terjadi. Pada malam yang cukup larut itu, Rizal terkejut mendengar suara tembakan. "Yang saya dengar ada tiga kali tembakan," kata Rizal saat ditemui detikcom, Selasa (29/8/2006). Awalnya, Rizal menduga suara tembakan itu berasal dari senjata api polisi yang sedang melakukan operasi penggerebekan narkotika. Sebab, beberapa hari sebelumnya, di kawasan perumahan ini sempat ada penggerebekan oleh polisi terhadap kawanan pengedar narkotika. Namun, tidak lama kemudian, Rizal mendengar dan melihat anak-anak pasangan Saudin-Hadiana keluar rumah menangis dan minta tolong. "Saat itulah, saya langsung menghampiri mereka dan kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengetahui apa yang terjadi," ujar dia. Betapa kagetnya Rizal. Ternyata suara tiga kali tembakan itu berasal dari kamar tidur Saudin-Hadiana. "Saya lihat Pak Saudin tergeletak di atas lantai dengan berlumuran darah dan Bu Hadiana tergeletak di atas kasur, dari telinganya keluar darah," kata dia. Namun, Rizal saat itu tidak melihat ada pistol di sekitar kedua suami-istri itu. Dia juga tidak melihat peluru mengenai bagian apa pada tubuh Hadiana dan juga pada tubuh Saudin, karena tidak berani mendekati kedua korban. Berdasarkan kesaksian para tetangga, menurut Rizal, sebelum penembakan terjadi, Saudin sempat membangunkan anak keduanya yang bernama Josbil (8). Sebelum peluru ditembakkan kepada Hadiana, Saudin berpesan kepada Josbil agar bisa menjadi anak yang bermanfaat bagi semua. Setelah itu, Saudin menembak istrinya dan kemudian mencoba bunuh diri. Kejadian yang menimpa Saudin-Hadiana cukup mengejutkan Rizal. "Senin sore kemarin, saya masih melihat Pak Saudin dan Bu Hadiana masih berboncengan naik sepeda motor," kata dia. Menurut dia, sehari-hari Saudin biasanya memang menjemput istrinya saat pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor. Pasangan ini sebenarnya punya mobil, tapi jarang memakainya. Akibat peristiwa tragis ini, Hadiana tewas dan Saudin kritis. Malam ini jenazah Hadiana akan diterbangkan ke Medan dan kemudian dibawa ke Samosir, Sumatera Utara, untuk disemayamkan dan dimakamkan. Sementara Saudin dirawat intensif di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait