Resmikan Ruang Tunggu TKI, SBY Batal Teleconference
Selasa, 29 Agu 2006 15:45 WIB
Tangerang - Lantaran ada kesalahan teknis, Presiden SBY batal teleconference dengan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo saat meresmikan ruang tunggu TKI di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.Gangguan teknis ini disampaikan petugas kepada Presiden SBY, Selasa (29/8/2006)."Maaf Bapak Presiden nampaknya ada gangguan. Kami akan coba dengan menggunakan hubungan telepon," kata petugas itu.Setelah 3 menit diperbaiki, gangguan teknis tetap ada. Gambar dan suara dari Jakarta dapat diterima dengan jelas di Surabaya. Sebaliknya gambar dan suara dari Surabaya tidak bisa tertangkap dari Jakarta.Presiden SBY akhirnya mengambil inisiatif dan tetap menyampaikan pesan pada Gubernur Jawa Timur yang tengah berada di ruang tunggu TKI Bandara Juanda, Surabaya."Saya tahu Surabaya bisa mendengar suara saya. Saya hanya sampaikan TKI adalah pahlawan devisa negara kita, mereka meninggalkan tanah air untuk mendapatkan pekerjaan oleh karena itu mereka berhak dapat pelayanan yang baik dari kita," kata SBY."Semoga usaha kita membuat ruang tunggu khsusus TKI mendatangkan manfaat bagi TKI. Kita dukung mereka menjalankan tugasnya di luar negeri," lanjutnya.Sambut TKISetelah itu, SBY langsung berjalan menyambut kedatangan TKI. SBY tampak menyapa dan berbincang-bincang dengan TKI."Selamat datang. Salam saya untuk keluarga di rumah, hati-hati di jalan," kata SBY.SBY pun masuk ke ruang tunggu TKI. Sekitar 600 TKI menyambut antusias kedatangan SBY. Dengan naik ke atas kursi, SBY yang mengenakan baju safari warna coklat mengucapkan sepatah dua patah kata."Saudara-saudara yang baru kembali, saya ucapkan selamat datang. Saya ikut mengucapkan syukur karena telah kembali sampai ke tanah air. Mudah-mudahan bila ketemu dengan keluarga dan bisa kembali bekerja di luar negeri. Kita akan terus berusaha meningkatkan pelayanan karena TKI adalah pahlawan devisa," terangnya.SBY lantas berkeliling mengecek fasilitas di ruang tunggu khusus TKI.Turut hadir Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menakertrans Erman Suparno, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, dan Plt Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
(aan/)











































