Tentang Alternatif Buang Lumpur Lapindo ke Laut
Selasa, 29 Agu 2006 11:39 WIB
Jakarta - Semburan lumpur di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, makin mengkhawatirkan. Bila tanggul tak lagi mampu membendung, maka jalan terakhir adalah membuang lumpur ke laut."Tapi harus diperhatikan seberapa besar daya lenting laut dan kemampuan ekosistem laut," kata pengamat geologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno.Hal ini disampaikan dia dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (29/8/2006).Dikatakan alumni Pasca Sarjana ITB Bandung ini, sebelum lumpur dibuang ke laut, harus di teliti kadar parts per million (ppm) air berlumpur yang tidak membahayakan kehidupan mahkluk air."Kalau segelas air dituang dalam segelas air kan masih kental sehingga ikan bisa mati. Tapi kalau segelas lumpur dituang dalam ember kapasitas 10 gelas air, maka air keruh sehingga ikan bisa hidup," Eko mencontohkan.Ditambahkan pria kelahiran Pandaan, Jawa Timur, ini ada 2 cara meminimalkan dampak pembuangan air lumpur ke laut. Pertama, lumpur diendapkan terlebih dahulu, sehingga suspensi ke laut rendah.Kedua, pipa pengaliran harus banyak, tidak terfokus di satu tempat. Dengan kata lain, luasannya besar. "Ini adalah alternatif untuk dipilih, bukan alternatif untuk ditolak. Karena jalan keluar semakin sulit," imbuh Eko.Apakah penyelesaian lumpur harus diserahkan ke swasta asing yang memiliki teknologi lebih baik?"Apakah benar secara ekonomis diserahkan ke swasta bisa selesai? Lha wong bule-bule nggaya yang dulu datang itu tidak ada hasilnya," cetusnya.
(nvt/)











































