Ada Patahan Aktif di Porong, Lumpur Tak Bisa Distop
Selasa, 29 Agu 2006 11:37 WIB
Jakarta -
Patahan banyak ditemukan di perut bumi. Bila patahan ini aktif sehinga tidak bisa ditambal, maka material tak diinginkan akan terus keluar.Hal ini seperti yang terjadi di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Semburan lumpur dan gas cenderung meningkat akibat adanya patahan aktif."Tekanan di dalam bumi tidak akan menyembur bila tidak dibuat lubang di permukaan bumi hingga menembus ke dalam," ujar pengamat geologi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno.Hal ini disampaikan Teguh dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (29/8/2006) pukul 09.00 WIB menanggapi belum teratasinya lumpur Lapindo Brantas Inc di Porong hingga bulan ketiga.Dijelaskan Eko, pengeboran di Porong untuk mengambil gas bumi telah memicu kebocoran di lokasi patahan aktif. Bila tidak ada pengeboran, maka posisi patahan alami dan tekanan dalam perut bumi tetap stabil. Keseimbangan tidak terganggu."Patahan tidak aktif bisa ditambal dengan semen, seperti di Waduk Gajah Mungkur. Tapi untuk patahan aktif, saya kok belum dengar teknologi untuk menambalnya ya," imbuh pria kelahiran Pandaan, Jatim, ini.Dikatakan calon doktor ini, mud vulcano sedang terjadi di Porong, sebagaimana yang terjadi di Bleduk Kuwu, Purwodadi, Jawa Tengah. Mud vulcano adalah proses keluarnya lumpur dari perut bumi seperti letusan gunung berapi.Pemicu mud vulcano adalah adanya struktur susunan batuan yang menjadikan minyak dan gas terperangkap, lantas muncrat karena ada celah."Mud vulcano tidak akan terjadi kalau tidak ada yang ngebor, kecuali terjadi gempa yang besar. Tekanan yang keluar adalah sebesar energi dalam material," jelas alumni Pasca Sarjana ITB Bandung ini.
(nvt/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































