Agung Sangkal Kritik DPR Sebagai Manuver Politik
Selasa, 29 Agu 2006 11:10 WIB
Jakarta - Anggota DPR kerap melontarkan kritik pedas ke sejumlah lembaga negara. Kadang kritik itu menjadi bola panas yang berujung pada perseteruan. Namun, Ketua DPR Agung Laksono menegaskan kritik itu hanya sebatas fungsi pengawasan yang melekat pada DPR."Ada pendapat yang mengatakan kritik Dewan sebagai mauver politik, mencari kesalahan pemerintah, itu adalah tidak benar. Itu hanya fungsi pengawasan," kata Agung dalam pidatonya di HUT ke-61 DPR/MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8/2006).Agung juga menuturkan, dalam pola hubungan yang terbangun antaralembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif, masih dijumpai persoalan."Kita tidak ingin ada hubungan yang kurang sehat antaralembaga tersebut yang pembentukannya diatur dalam UUD dan perubahannya. Tetapi tidak berkehendak masing-masing lembaga mengembangkan eksistensinya yang tidak proporsional. Kita harap tidak ada lagi stigma executive heavy atau legislative heavy," terangnya.Lebih lanjut, Agung berharap tim kajian peningkatan kinerja DPR dapat menyelesaikan tugas selambatnya akhir tahun 2006. Tim melaporkan hasil secara berkala pada pimpinan dewan.Tim mencermati banyak masalah dan kendala yang dialami Dewan antara lain banyak UU yang belum memberi manfaat pada masyarakat, dan DPR belum memenuhi target penyelesaian UU yang ditetapkan program legislasi nasional.
(aan/)











































