Kelangkaan Sirtu Hantui Penanggulan Lumpur
Selasa, 29 Agu 2006 08:30 WIB
Sidoarjo - Pasir dan batu alias sirtu. Itulah material yang paling bisa menyelamatkan luapan lumpur Lapindo Brantas Inc di Porong, Sidoarjo. Kebutuhan terhadap sirtu sangat tinggi di Porong, sehingga kelangkaan sirtu pun sempat menghantui, Selasa (29/8/2006).Sirtu ini digunakan warga dan aparat untuk membuat dan meninggikan tanggul. Selama ini, hanya dengan tanggullah lumpur diatasi. Tanggul itu utamanya yang terletak di pinggir jalan tol Surabaya-Gempol. Jika tol ini tutup, derap ekonomi Surabaya dan kota-kota di sekitarnya ikut semaput.Ketika tanggul jebol pada Senin malam 28 Agustus, permintaan akan sirtu langsung tinggi. Hanya sirtulah yang bisa menambal tanggul jebol. Ketika matahari terlihat pada Selasa pagi ini, sirtu itu tidak kunjung datang juga. Aparat Yon Zipur yang bertugas meninggikan tanggul bahkan sempat "nganggur" karena material untuk meninggikan tanggul tidak tampak.Namun kelegaan muncul ketika belasan dump truck datang. Kekhawatiran kelangkaan sirtu terjawab sudah. Rupanya truk-truk itu telat datang.Truk-truk itu lantas mengurukkan bawaannya ke tanggul-tanggul yang rawan jebol di KM 39 hingga KM 40 jalan tol. Tanggul yang sebelumnya hanya 1 hingga 1,5 meter, kini ditinggikan beberapa cm. Eskavator juga sibuk menimbunkan sirtu. Aktivitas ini dilakukan oleh pasukan Yon Zipur V/Kepanjen dan Yonif 516 Sidoarjo, plus kru Lapindo Brantas Inc dan Jasa Marga. Aparat Polri juga berjaga-jaga di sekitar tol untuk mengantisipasi jika ada demo warga. Hingga pukul 08.30 WIB, kesibukan ini tampak mencolok di jalan tol yang ditutup untuk umum.Foto:Lumpur panas meluncur melintasi tanggul pada Senin sore kemarin
(nrl/)











































