Pengamat: Saat ini Korupsi Belum Dijadikan Obyek Pendidikan
Selasa, 29 Agu 2006 08:09 WIB
Jakarta - Korupsi seolah sudah menjadi penyakit yang sulit disembuhkan. Untuk memberantasnya diperlukan pengajaran melalui pendidikan. Ini dilakukan agar kesadaran menolak korupsi muncul sejak dini."Saat ini korupsi belum menjadi obyek dalam pendidikan, sehingga orang-orang tidak malu untuk korupsi," kata pengamat pendidikan dari Universitas Paramadina, Hutomo Dananjaya, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Selasa (29/8/2006).Dia menjelaskan, sejak anak kelas 4-5 SD seharusnya sudah mulai dikenalkan siapa itu yang dimaksud koruptor dan kelas 6 mulai diajak diskusi tentang korupsi.Kemudian memasuki jenjang yang lebih tinggi yakni SMP, mereka diminta menggunting berita korupsi lalu menceritakannya kembali kepada teman-temannya. Sementara tahap selanjutnya untuk tingkat SMU dan di atasnya, mereka harus mencari tahu tentang apa itu korupsi bagaimana hukum dan UU nya"Anak-anak harus diajarkan anti korupsi sejak kecil melalui metode unjuk tutur dan cari tahu. Ini dilakukan melalui penyadaran," tutur Hutomo.Hal yang terpenting anak-anak sejak kecil perlu didorong untuk memiliki keberanian dan dibiasakan untuk bertanya tentang segala sesuatu yang tidak benar."Sejak kecil harus diperkenalkan dan tahu mana yang benar juga salah. Orang tua jangan ragu-ragu untuk melakukannya, yang penting bagaimana cara mengajarkannya," tandasnya.
(ndr/)











































