SBY: Tidak Lucuti Hizbullah, Pasukan RI Harus di Bawah PBB
Selasa, 29 Agu 2006 01:17 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali menyatakan jika pemerintah Indonesia tetap berharap dapat ikut mengirim pasukan ke Libanon. Namun SBY menegaskan, pasukan yang dikirim harus di bawah bendera PBB."Posisi Indonesia jelas, pasukan harus berangkat di bawah bendera PBB. Kita tidak bertugas melucuti senjata Hizbullah. Pasukan kita adalah peace keeping bukan peace making," kata SBY saat jumpa pers usai Rapat Konsultasi dengan DPR di Gedung DPR, Senin (28/8/2006).SBY mengungkapkan, pengiriman pasukan Indonesia harus mendapat mandat, misi, batas masa tugas, skema dana yang jelas serta prosedur tetap yang berlaku bagi United Nation Interim Force (UNIFIL)."Saat ini di PBB di New York sedang dibahas mengenai mandat, misi dan skema dana sesuai dengan Resolusi PBB 17/06," tambahnya.Pengiriman pasukan Indonesia untuk bergabung dalam pasukan penjaga perdamaian di Libanon masih menunggu keputusan rapat konsultasi PBB.
(ken/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































