Luapan Lumpur Ancam Ratusan Hektar Areal Pertanian

Luapan Lumpur Ancam Ratusan Hektar Areal Pertanian

- detikNews
Senin, 28 Agu 2006 22:51 WIB
Sidoarjo - Dampak luapan lumpur dari sekitar lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc di Kec Porong telah merusak persawahan di 15 desa di Sidoarjo, Jawa Timur. Apabila tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan luapan lumpur akan menghancurkan ratusan hektar persawahan.Ada empat desa yang terancam mengalami kerusakan paling parah, yaitu Desa Sentul berupa sawah seluas 25 ha dan yang terancam 144 ha, Desa Renokenongo seluas 60,85 ha dan yang terancam 34,34 ha, Desa Mindi berupa lahan tebu seluas 22,10 ha dan Desa Kedungcangkring seluas 19,90 ha.Selain itu lumpur dan air juga mengancam Desa Sentul, Mindi, dan Kedung Cangkring di Kecamatan Jabon. Fakta itu diungkap Koordinator Tim Satlak Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo, Farid Wajdi ditemui dikantornya Jl Pahlawan Sidoarjo, Senin (28/8/2006).Selain merusak lahan sawah, lahan tanaman hortikultura di Desa Ketegan berupa blewah, gambas seluas 4 ha dan di Desa Ketapang seluas 4 ha. Sedangkan tanaman ketimun di Desa Renokonongo seluas 5 ha dan Desa Glagaharum seluas 15 ha.Saat ini, pihak Satlak Pertanian Kabupaten Sidoarjo dengan dibantu Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan dengan membagi wilayah yaitu di Kecamatan Porong 3 wilayah, Kecamatan Tanggulangin 2 wilayah dan Kecamatan Jabon 3 wilayah.Tentang perhitungan ganti rugi terhadap lahan sawah yang terkena luberan lumpur, pihak Lapindo telah menghitung di mana setiap hektar gabah kering giling (GKG) dihitung 4 ton dengan harga per ton sebesar Rp 1,8 juta. Sementara untuk lahan tebu setiap hektar diberi harga Rp 26.082.000 (pada tris/penanaman pertama) dan Rp 21.735.000 untuk tris kedua dan ketiga.Lapindo sendiri berjanji tetap akan memberikan biaya kerugian yang dialami warga akibat luapan lumpur . "Semua kerugian telah kita serahkan ke Satlak Pemkab Sidoarjo untuk mendata. Kita tetap komitmen untuk memberikan ganti rugi panen kepada petani yang sawahnya rusak," tandas Kepala Divisi Humas Lapindo Yuniwati Terriyana, saat dikonfirmasi detikcom. (ndr/)


Berita Terkait