Orangtua Yakin Indra Segera Ditemukan dalam Keadaan Hidup

Orangtua Yakin Indra Segera Ditemukan dalam Keadaan Hidup

- detikNews
Senin, 28 Agu 2006 17:57 WIB
Bantul - Operasi pencarian terhadap dua korban anggota tim survei dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Yakobus Indra Nurcahyo (24) dan Hiswan Maryadi (26) yang hilang diperairan Papua dihentikan. Namun, orangtua Indra berharap anak bungsunya itu tetap bisa segera ditemukan."Kami sekeluarga benar-benar merasa sedih atas hilangnya adik bungsu kami, Indra, yang sampai hari ini belum ketemu," kata Wahyu, kakak kandung Indra kepada wartawan di rumahnya Dusun Kirobayan Desa Tirtosari Kecamatan Kretek, Bantul, Senin (28/8/2006). Menurut Wahyu, hingga hari ke 10, keluarganya sangat berharap Indra maupun Hiswan dapat ditemukan. Sebab pihak fakultas maupun Anto yang bertanggung jawab atas proyek survei di Papua telah berjanji akan berusaha maksimal terus mencari dengan melibatkan berbagai tim SAR, baik bantuan Pemkab di Papua maupun dari PT Freeport. "Kami berharap apa pun hasilnya adik kami bisa ditemukan," katanya.Dia mengatakan sampai saat ini yang merasa sangat terpukul dan shock adalah ibunya, Ny Rohmiyati (58). Sebab Indra adalah anak kesayangan sekaligus anak bungsu dari empat bersaudara. Sedang ayahnya, Suprapto sudah mulai bisa tenang menghadapi musibah ini. "Ibu setiap hari terutama malam hari terus menangis bila mengingat Indra, sebab dia yang memberikan pesan dan nasihat agar berhati-hati sebelum berangkat ke Papua," ujar dia. Hingga saat ini, setiap malam digelar doa bersama di rumah Indra oleh keluarga, kerabat dan tetangga sekitar. Mereka memanjatkan doa bersama-sama agar Indra maupun Hiswan dapat segera ditemukan apa pun hasilnya. Ny Rohmiyati sendiri saat ini lebih sering berada di dalam kamar sehingga tidak bisa ditemui. Hanya ayah Indra dan beberapa anggota keluarga lainnya yang bisa ditemui. "Ibu masih yakin, Indra bisa ditemukan dalam keadaan hidup," kata dia. Wahyu merasa menyesal ketika sehari sebelum musibah terjadi, Indra sempat mengirimkan SMS, namun dirinya belum sempat menjawabnya karena pulsa habis dan sibuk mengurusi kegiatan 17 Agustusan di dusun. "Setelah mendapat SMS dari Indra Jumat sore yang mengabarkan akan segera pulang, saya belum sempat membalas dan baru ingat setelah ada kabar bila ada musibah," tutur Wahyu. (asy/)


Berita Terkait