Korban Gempa di DIY Demo Lagi, Tuntut Dana Segera Cair

Korban Gempa di DIY Demo Lagi, Tuntut Dana Segera Cair

- detikNews
Senin, 28 Agu 2006 14:35 WIB
Yogyakarta - Korban gempa di DIY kembali menggelar aksi menuntut segera dicairkan dana rekonstruksi rumah. Mereka menyatakan sudah tidak sabar dan tidak percaya lagi dengan janji-janji yang diucapkan pemerintah.Aksi hari ini, Senin (28/8/2006) dimulai pukul 11.00 WIB dari Taman Garuda di Jl Abu Bakar Ali yang ada di sebelah utara Hotel Inna Garuda. Peserta aksi yang tergabung dalam Gabungan Posko Rakyat (GPR) itu sebagian besar adalah warga Kabupaten Bantul bagian timur, Kota Yogyakarta dan Gunungkidul yang menjadi korban gempa 27 Mei lalu. Selain membawa sejumlah poster dan spanduk, mereka juga membawa kentongan bambu untuk memeriahkan aksi. Poster-poster itu antara lain bertuliskan "Mana dananya? Kami butuh dana bukan janji, thok, kami bosan dengan janjimu, Selak udan kok ora mudhun-mudhun (keburu hujan kok tidak turun-turun), katanya Rp 30 juta, Rp 10 juta atau Rp 5 juta tapi mana, kok ora mudhun?" Saat melakukan longmarch melewati Jl Malioboro, gedung DPRD DIY dan kantor Gubernur DIY di Kepatihan, massa juga menyanyikan lagu "endi danane, endi danane kok ora mudhun-mudhun, iki piye, iki piye karepe, iki piye karepe kok ora mudhun-mudhun."Salah seorang peserta aksi, Ali Suharjono, warga Pathuk, Gunungkidul, saat menggelar aksi di halaman DPRD DIY mengatakan, warga Pathuk yang jadi korban gempa saat ini sudah bosan dengan janji-janji yang disampaikan pemerintah. Beberapa hari setelah gempa, pemerintah berjanji, warga akan diberi ganti rugi rumah dan uang jadup, namun sampai sekarang dana ganti rugi itu belum pernah turun. "Dulu katanya dijanjikan bulan Juli mau turun, terus mundur awal Agustus, sekarang sudah akhir bulan kok tidak turun, terus kapan lagi," ujarnya. Pihaknya meminta DPRD DIY untuk mendesak gubernur agar segera mencairkan dana rekonstruksi rumah. Sebab wilayah lain terutama di Jawa Tengah seperti di Klaten dalam waktu dekat ini dana itu segera turun. Selain itu, pihaknya tidak mempermasalahkan berapapun jumlah ana yang akan dicairkan kepada warga pada tahap pertama ini. "Kalau dulu dijanjikan Rp 15 juta cair dulu, ya dicairkan saja sekarang. Jangan di-encrit-encrit (sedikit demi sedikit-red). Yang penting dana itu segera cair dulu," katanya.Dia juga menolak bila dana yang akan diberikan kepada warga korban gempa itu dalam bentuk material, tapi lebih baik dana dalam bentuk uang cash. Alasannya agar lebih mudah mempergunakannya dan tepat penggunaannya sehingga tidak salah sasaran. Sebab bila dalam bentuk bantuan material atau barang, tidak akan tepat sasaran. "Setiap warga itu beda-beda kebutuhan untuk membangun rumah, jadi lebih baik uang cash," tegas Suharjono.Usai menggelar aksi di gedung DPRD DIY, massa kemudian melanjutkan aksinya di kantor gubernur DIY di Kepatihan Jl Malioboro. Mereka ingin bertemu Sultan untuk meminta agar dana itu segera dicairkan. Namun karena Sultan tidak berada di kantor, massa kemudian mengalihkan aksinya menuju gedung Gandhok Kiwo yang berada di komplek Kepatihan, tempat Sekda DIY Bambang SP berkantor.Di pendopo Gandhok Kiwo, massa terus meneriakkan yel-yel yang intinya menagih janji Sultan sebagai gubernur maupun pejabat lainnya agar dana tersebut segera dicairkan. Di tempat itu, mereka juga dengan berani menyatakan ingin bertemu dan menagih janji kepada Sultan agar segera mencairkan dana. "Kalau memang dana itu sudah ada, jangan ditunda-tunda lagi atau disimpan dibank kemudian bunganya diambil," teriak mereka. (nrl/)


Berita Terkait