Banyak Menteri Tiarap, Tuntutan Reshuffle Menguat di Golkar
Senin, 28 Agu 2006 14:32 WIB
Jakarta - Kinerja Kabinet Indonesia Bersatu dinilai kurang memuaskan. Banyak menteri-menteri yang tiarap kala tersandung masalah. Tuntutan reshuffle pun menguat dari tubuh partai berlambang pohon beringin itu."Banyak kinerja kabinet yang belum begitu bagus. Banyak menteri yang tiarap jika dipersoalkan. Harusnya mereka menjelaskan, bukan presiden atau wapres yang harus turun tangan. Saya mempertanyakan menteri-menteri yang seperti itu," kata Wasekjen DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso.Hal ini disampaikan Priyo di sela acara rapat paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/8/2006).Menurut dia, keinginan evaluasi menguat dari sayap-sayap partai dan kelompok induk organisasi (kino). Namun demikian, hal itu perlu diputuskan dalam rapat musyawarah pimpinan (muspim) yang dihadiri seluruh perwakilan DPD Partai Golkar.Mengenai kemungkinan pencabutan dukungan kepada pemerintah, Priyo menjawab hal itu bukan tidak mungkin. "Tetapi saya berharap jika duet ini masih sukses bisa untuk 2009 nanti," cetusnya.Prerogatif SBYKetua MPR Hidayat Nurwahid menilai reshuffle adalah hak prerogatif Presiden SBY."Partai-partai yang mengirim menteri perlu melakukan evaluasi. Reshuffle yang penting untuk meningkatkan kinerja, tidak hanya untuk menambah atau mengurangi kursi kabinet," kata Hidayat.Jadi perlu tidak adanya reshuffle? "Itu hak prerogatif presiden. Presiden tidak mungkin dirinya dianggap gagal karena kinerja menteri-menterinya," ujar Hidayat.
(aan/)











































