Pluto Keluar dari Susunan Planet, Buku Pelajaran Tidak Ditarik
Senin, 28 Agu 2006 09:00 WIB
Jakarta - Hingga Senin (28/8/2006), keluarnya Pluto dari keluarga planet dalam tata surya kita masih menjadi buah bibir. Bagaimana nasib buku-buku pelajaran ilmu alam yang hingga kini masih mencantumkan tata surya kita memiliki 9 planet? Apakah buku-buku pelajaran ini akan segera ditarik dari peredaran?"Isi buku pelajaran pasti akan menyesuaikan. Tapi bukan lantas ditarik," cetus Kepala Balitbang Depdiknas Mansur Ramli dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (27/8/2006).Ditambahkan dia, kerangka dasar kurikulum Depdiknas juga tidak akan mengalami perubahan. Namun, kurikulum pendidikan tetap diberikan sepenuhnya kepada pihak sekolah.Perubahan yang cepat di berbagai bidang, sangat disadari Mansur akan berpengaruh terhadap materi pelajaran. Untuk itu peran guru sebagai tenaga pendidik memegang peranan besar."Jadi, setiap ada perubahan, sehingga ada hal-hal di buku pelajaran yang tidak lagi up to date, guru yang menyampaikan ke murid. Disesuaikanlah informasinya," imbuh Mansur.Perubahan informasi yang jadi materi pelajaran bukan kali ini saja terjadi. Dicontohkan Mansur, kepala negara juga kerap berganti. "Jadi ya, guru meng-up date saja, guru harus cepat mengantisipasi," tambahnya.Pada 25 Agustus, Pekerja Astronomi Internasional (IAU) mengambil keputusan mencoret Pluto dari sistem tata surya. Alasannya Pluto tidak memiliki jalur orbit yang jelas dan bersih, meski ukurannya cukup besar dan mengorbit pada matahari.Pluto digolongkan dalam planet kerdil. Bersama Pluto ada pula si asteroid terbesar bernama Ceres, Charon, dan beberapa benda langit lain yang bari ditemukan oleh para ahli.
(nrl/)











































