Suriah Siap Lakukan Pembicaraan Damai dengan Israel
Senin, 28 Agu 2006 00:50 WIB
Suriah - Suriah siap melakukan proses perdamaian dengan Israel apabila negara Yahudi itu juga siap untuk melakukan hal serupa.Selain itu jika komitmen perdamian dipenuhi oleh Israel, Suriah secara konsisten melaksanakan kesepakatan tersebut untuk mengembalikan legitimasi negara-negara Arab dalam mewujudkan perdamaian di kawasan timur tengah."Kami ingin melanjutkan upaya kami untuk mencapai perdamaian" ujar kata Deputi Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Meqdad sebagaimana dikutip AFP, Minggu (27/8/2006).Meqdad juga menegaskan dukungan permanen Syria terhadap pasukan perdamaian PBB untuk Libanon (UNIFIL). "Kami melihat secara positif pentingnya peran yang dimainkan oleh PBB," ujarnya.Dalam pertemuan menteri-menteri luar negeri dari 25 negara pada Jumat 25 Agustus 2006, negara-negara Uni Eropa berjanji untuk mengirimkan 7.000 tentara untuk mendukung UNIFIL dari total yang direncanakan 15.000 pasukan penjaga perdamaian. "Kami bahagia UNIFIL tidak dipengaruhi dalam tugas yang akan menciptakan problem dengan melakukan pelucutan senjata Hizbullah," kata Meqdad.Sebelumnya, pada 15 Agustus 2006, sehari setelah DK PBB mengeluarkan resolusi 1701 tentang genjatan senjata di Libanon, Presiden Suriah Bashar Al-Assad menyatakan tidak ada harapan perdamaian di masa depan dengan Israel.Assad juga mengatakan bahwa proses perdamaian yang selama ini dibangun sebenarnya telah gagal. "Kegagalan itu sudah ada sejak lahirnya Israel itu sendiri", ujar AssadSelain itu, pada Senin 21 Agustus lalu, PM Israel Ehud Olmert membatalkan pembicaraan perdamaian dengan Suriah setelah Damaskus melanjutkan dukungannya terhadap Hizbullah.
(fjr/)











































