Dikritik Dawam, PAN Tetap Nyatakan Diri Partai Pluralis
Minggu, 27 Agu 2006 17:20 WIB
Jakarta - Partai Amanat Nasional (PAN) menuai kritik. Pendiri PAN Dawam Rahardjo menilai partai berlambang matahari ini kini lebih Islamis dengan menyingkirkan orang-orang yang non Islam. Namun hal ini dengan tegas dibantah jajaran pengurus PAN."Itu tidak betul. PAN berazas nasionalis religius, pluralis, dan kemanusiaan. Masyarakat bisa menilai. Bahkan ada yang bilang kita terlalu tengah," kata Ketua Fraksi PAN DPR Zulkifli Hasan, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (27/8/2006).Dia mencontohkan keberadaan beberapa pengurus PAN yang beragama non Islam seperti Alvin Lie dan Tan Boe Hong. Selain itu beberapa pengurus lainnya juga dari berbagai macam agama seperti Kristen, Katolik, Hindu dan Budha."Tergantung pengurus wilayah di daerah masing-masing. Coba lihat saja Tjokorda di Bali, kemudian Eurico Guterres," imbuhnya.Zulkifli tidak menampik jika partainya memang banyak terdapat pengurus yang berlatar belakang dari Muhammadiyah, karena partai yang identik dengan warna biru ini memang mengandalkan massa dari organisasi keagamaan itu."Wajar saja yang mendirikan kebanyakan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Tapi banyak juga yang lain kan," tandasnya.
(ndr/)











































