Reshuffle Kabinet Harus Didasari Profesionalitas

Reshuffle Kabinet Harus Didasari Profesionalitas

- detikNews
Minggu, 27 Agu 2006 16:47 WIB
Jakarta - Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) harus berdasarkan pertimbangan profesionalitas. Jika tidak, perombakan kabinet tidak akan ada artinya."Masalah terbesar dalam KIB adalah performance buruk dari sejumlah menteri. Hal ini menyebabkan kinerja KIB tidak maksimal," kata pengamat politik Bara Hasibuan kepada detikcom melalui telepon, Minggu (27/8/2006). Bara manambahkan, kondisi ini tidak terlepas dari kesalahan utama disaat pembentukan KIB. Saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlalu memberikan konsensi yang cukup besar kepada partai politik. Hal ini dilakukan SBY agar mendapat dukungan besar dari parpol."Akibatnya SBY tidak terlalu memperhatikan individu-individu yang disodorkan parpol. Akibatnya KIB sarat dengan kepentingan politik, bisnis dan sebagainya, sehingga menggangu efektifitas KIB," ujar Bara. Bara sendiri menilai, melihat kinerja KIB saat ini reshuffle merupakan suatu keharusan. Namun hal itu harus dilakukan dengan mengedepankan kompetensi seseorang, bukan dukungan politik di parlemen.Menurut dia tujuan reshuffle kabinet bukan hanya untuk memperkuat basis presiden di parlemen. Tapi juga untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang mulai mengendur."Ini (kepercayaan rakyat) hanya bisa diraih jika presiden mempunyai menteri-menteri yang mempunyai kompetensi di bidangnya masing-masing," ungkap Bara Hasibuan. (djo/)


Berita Terkait