Hikam: Tak Ada Damai dengan PKB Muhaimin

Hikam: Tak Ada Damai dengan PKB Muhaimin

- detikNews
Minggu, 27 Agu 2006 13:37 WIB
Jakarta - PKB kubu Choirul Anam menilai, putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan PKB kubu Muhaimin Iskandar bersifat dualisme. Sebab sebelumnya MA memenangkan mereka. Kubu Anam pun menolak berdamai dengan PKB Muhaimin Iskandar.Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua Umum PKB Cak Anam, AS Hikam, dalam jumpa pers usai Musyawarah Pimpinan (Muspim) PKB Anam, di Wisma PKBI, Jl Hang Djebat III, Jakarta, Minggu (27/9/2006). "Rujuk di mana-mana adalah sesuatu yang baik. Tapi itu tidak akan terjadi sampai masalah hukum diselesaikan. Selama masih belum ada kesepakatan soal hukum, itu (perdamaian) tidak akan terjadi," kata Hikam.Hikam juga menegaskan, kelompoknya tidak akan membuat partai baru terkait putusan MA tersebut. Wacana tersebut sama sekali tidak pernah dibahas secara resmi. "Baik dalam organisasi, tausyiah, dan semacamnya. Tapi kita mempersilakan adanya wacana tersebut secara individu," ungkap Hikam.Mantan peneliti LIPI ini juga menyinggung soal intimidasi yang diterima kubunya. Sampai dua hari yang lalu, kubu Anam masih menerima ancaman agar mencopot berbagai atribut PKB yang digunakan."Dua hari lalu saya dengar ada yang memberi ultimatum, yakni agar bendera dan atribut PKB di Kabupaten Malang harus dicabut," kata Hikam.Kritik Khofifah dan SyaifullahHikam juga mempertanyakan ketidakhadiran Khofifah Indar Parawansa dan Syaifullah Yusuf dalam Muspim PKB Anam tersebut. Di tengah krisis yang dihadapi PKB (Anam), seharusnya kedua orang tersebut hadir."Ini PKB sedang diuji dan kehadiran tokoh itu sangat penting. Kita mempertanyakan mengapa mereka tidak hadir. Apa segitu sibuknya?" ungkap Hikam. (djo/)


Berita Terkait