Tak Puas Dengan PAN, Dawam Cs Dirikan Partai Baru

Tak Puas Dengan PAN, Dawam Cs Dirikan Partai Baru

- detikNews
Minggu, 27 Agu 2006 13:25 WIB
Jakarta - Pemilu 2009 masih 3 tahun ke depan. Tapi geliat partai baru mulai bermunculan. Salah satunya yang akan dideklarasikan yakni Partai Kemerdekaan Rakyat (PKR). Partai yang sudah dirancang sejak 3 bulan lalu ini turut dikomandani pula oleh Dawam Rahadjo."Ya, saya didekati teman-teman untuk membuat partai pluralis yang platformnya kembali ke UUD 1945 yang asli," kata Dawam yang juga menjadi Ketua Dewan Penasihat PKR, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Minggu (27/8/2006)Rencana deklarasi akan dilakukan pada Senin 28 Agustus pukul 17.00 WIB di Hotel Menteng. Dawam menambahkan, ketentuan 51 persen bagi parpol untuk memiliki perwakilan sudah terpenuhi seperti di daerah Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Jawa Timur dan lainnya.Dawam yang dulu menjadi deklarator PAN ini berharap, partai yang baru dia bentuk mampu mendulang suara pada pemilu 2009 mendatang. "Mudah-mudahan, karena pembangunan sekarang tidak ada arah dan fokus. Jadi mencoba meraih basis masa petani, karena kita ingin mengarahkan kepada pembangunan pertanian," tuturnya.Dawam menyatakan jika partainya ini didukung oleh beberapa orang eksponen '66 dan sejumlah pengusaha karena itu dana besar yang diperlukan untuk menjalankan suatu partai tidak menjadi kendala. Selain itu partainya pun diisi oleh orang-orang dari generasi muda."Saya yang tua-tua hanya mendorong dari belakang, Tut Wuri Handayani. Kita juga sudah siap untuk road show ke daerah-daerah dan semua jaringan telah kita siapkan," urainya.Dia menegaskan jika partai barunya ini memiliki dasar kebangsaan, kerakyatan dan religiusitas namun multi agama termasuk menerima penganut kepercayaan. Dawam menekankan jika partainya menekankan kembalinya Indonesia kepada UUD 1945 yang asli dan pancasila."Saya dukung UUD 1945 yang asli karena cocok dengan gagasan Indonesia yakni sistem GBHN dan pemilihan presiden oleh MPR. Partai ini juga berbasis rakyat dan ujung tombaknya adalah gerakan," urainya.Dawam mengaku kembalinya dia ke gelanggang politik ini karena PKR benar-benar partai yang pluralis. Sebelumnya Dawam dikenal sebagai salah seorang pendiri PAN namun akhirnya dia memutuskan keluar. "Ya PAN pluralis tapi ternyata tidak bisa karena orang-orang non Islam banyak tersingkir, karena itu saya tidak suka. Sekarang saya juga menarik beberapa orang Muhammadiyah ke partai ini," jelasnya.Bersama partai barunya ini Dawam berjanji jika mereka tidak hanya menjual slogan dan janji kosong semata. "Kita akan berbuat langsung, tidak seperti parpol lain. Kita akan banyak bekerja," tandasnya mengakhiri perbincangan. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads