Buka Bulan Mutu Karantina 2023, Trenggono Ungkap Cara Lawan Mikroplastik

ADVERTISEMENT

Buka Bulan Mutu Karantina 2023, Trenggono Ungkap Cara Lawan Mikroplastik

Afzal Nur Iman - detikNews
Minggu, 19 Mar 2023 13:08 WIB
Menteri KP  Sakti Wahyu Trenggono saat hadir di peresmian Bulan Mutu Karantina di halaman Gedung Gradika, Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (19/3/2023).
Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono saat hadir di peresmian Bulan Mutu Karantina di halaman Gedung Gradika, Jalan Pahlawan, Semarang, Minggu (19/3/2023) Foto: Dok. Afzal Nur Iman/detikJateng
Semarang -

Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Wahyu Sakti Trenggono secara resmi membuka dimulainya Bulan Mutu Karantina 2023. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan cara KKP dalam menangani isu mikroplastik dalam sektor perikanan.

"Kita punya program pembersihan plastik laut ini yang sudah diapresiasi internasional kita ada satu bulan kita menggerakkan seluruh nelayan di Indonesia satu masa penangkapan itu ada satu bulan mereka melaut mengambil sampah plastik, khusus plastik yah itu kita ambilin," ujarnya dalam pembukaan Bulan Mutu Karantina di Gedung Gradika, Jalan Pahlawa, Semarang, Minggu (19/3/2023).

Dia menyebut nelayan yang berpartisipasi akan mendapat ganti sampah sesuai dengan harga ikan pada saat itu. Program ini juga diberlakukan di seluruh Indonesia.

"Kita melibatkan nelayan terus nanti kita ganti mereka dengan sejumlah yang ditangkap itu sama dengan harga ikan pada saat itu. Ini sudah berjalan tahun lalu juga sudah berjalan," ujarnya.

Trenggono juga menekankan pentingnya pengawasan produk perikanan sejak awal. Baik air, pakan, hingga kualitas daging sebelum sampai ke konsumen.

"Pengetesan mikroplastik bukan hanya cegahnya saja tapi juga dagingnya dites kalau di situ sudah ada kandungan mercury ada kandungan mikroplastik, stop, penangkapan di wilayah itu harus dilarang, kenapa, untuk menjaga kesehatan dari pada umat manusia," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga memaparkan berbagai potensi produk perikanan di masa depan di tengah kebutuhan protein yang terus meningkat. Ada lima komoditi yang ke depan akan digenjot untuk menyambut hal itu.

"Kita ingin ada lima komoditi yang sangat kuat di internasional itu, udang, lobster terus kemudian kepiting, tilapia, tilapia itu pasarnya 2023 saja 13,9 miliar dolar itu besar sekali, itu kita akan genjot di sini untuk kemudian budidayanya supaya lebih bagus, dan yang terakhir adalah rumput laut yang mudah-mudahan kita juga segera lakukan hirilisasi di situ," jelasnya.

Meski begitu, dirinya juga merasa resah terkait pakan dan obat-obatan yang kebanyakan masih impor. Dia berharap ke depan Indonesia sudah bisa menghasilkan sendiri pakan dan obat untuk budidaya ikan dalam negeri.

"Artinya kita negara kepulauan yang masih belum memiliki kemampuan optimal, kita belum bisa menjadi jagoan di sektor perikanan, ini lah yang sebetulnya menjadi mimpi atau tantangan tersendiri yang saya selama dua tahun menjadi menteri kelautan dan perikanan itu betul-betul menjadi sebuah tantangan berat, salah satunya kita harus bagaimana dalam 10-15 tahun mendatang Indonesia benar-benar menjadi jagoan atau juara di sektor perikanan," pungkasnya.

(akn/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT