Agung Setyadi Dituduh Teroris, Keluarga Pasrah ke TPM
Jumat, 25 Agu 2006 16:36 WIB
Semarang - Keluarga Agung Setyadi tak bisa menerima keterangan polisi yang menyebutkan Agung terlibat pembuatan situs anshar.net dan tindak terorisme. Mereka menyerahkan kasus itu sepenuhnya ke Tim Pengacara Muslim (TPM)."Kami serahkan semua ke TPM pusat. Terutama soal adanya kejanggalan-kejanggalan dalam penangkapan dan penahanan suami saya," kata istri Agung, Imtikhanah ketika ditemui di rumahnya, Jalan Genuk Krajan I 624A Tegalsari, Candi, Semarang, Jumat (25/8/2004).Ibu dua orang anak ini menjelaskan, sejak awal polisi menunjukkan gelagat mencurigakan. Dua nama alias Agung yakni, Cahyo dan Wisnu, langsung dicoret saat penangkapan dilakukan, karena Agung memang tak punya nama alias.Pada surat penahanan yang diterima Selasa (22/8/2006) lalu, nama alias Agung ditulis Pakne atau Salaful Jihad. "Itu nama yang biasa dia pakai ketika internetan ata chatting di Cafe Islam dan Ahlusunnah," kata Imtikhanah pendek.Ketika ditangkap, Agung sangat kooperatif. Sebab, dia dan keluarganya menduga, Agung yang dimaksud polisi bukan Agung dirinya. Pada saat itu, polisi beralasan Agung hanya akan dicross-check dengan Agung lain (Agung Prabowo Kudus).Dua Agung yang berbeda tempat tinggal dan aktivitas ini berkenalan melalui dunia maya. Mereka belum pernah bertemu muka sebelum akhirnya 'diperkenalkan' oleh polisi di ruang tahanan Mabes Polri.Imtikhanah yakin suaminya tak pernah terlibat membuat situs teroris www.anshar.net. "Waktu situs itu terbongkar, suami saya malah kaget. Dia tidak menyangka ada situs itu, apalagi yang ditangkap ternyata adalah orang Pekalongan (Abdul Aziz)," terang dia. Setelah situs teroris itu terbongkar, aktivitas Agung tak berbeda sebagaimana biasanya. Bahkan dia sempat bolak-balik ke Polda Jateng untuk mengurus proses hukum adiknya yang juga diduga terlibat dalam jaringan terorisme (Adhitya Triyoga)."Kalau suami saya ikut membuat dan tidak ingin ditangkap polisi, sejak saat itu kan dia bisa lari atau bersembunyi. Tapi suami saya tidak melakukan itu. Saya yakin dia tidak ikut membuat situs anshar.net," lanjutnya.Imtikhanah mengungkapkan, penangkapan dan penahanan suaminya bisa jadi merupakan sinyal bagi orang Islam. "Orang yang rajin ke masjid atau taat beribadah mungkin saja takut karena bisa dituduh teroris dan bermacam-macam," kata Imtikhanah dengan nada putus asa.Polisi menyebutkan, penahanan Agung didasarkan pada bukti permulaan keterlibatan Agung dalam membantu tindak terorisme, memasuki jaringan telekomunikasi, dan menggunakan kartu kredit. Agung resmi ditahan sejak 19 Agustus hingga 19 Desember 2006.Selain sebagai Dosen Fakultas Teknik Informatika Unisbank Semarang dan aktif di Forum Komunikasi Aktivis Islam (Forkis) Semarang, sejak dua tahun lalu, Agung membuka tok0 ponsel yang tak seberapa besar dan usaha reparasi komputer dan laptop.
(asy/)











































