Ammar Zoni Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkoba Lanjut Terus

ADVERTISEMENT

Ammar Zoni Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkoba Lanjut Terus

Wildan Noviansah - detikNews
Senin, 13 Mar 2023 19:40 WIB
Ammar Zoni
Ammar Zoni (Ahsan Nurrijal/detikHOT)
Jakarta -

Ammar Zoni dan dua tersangka lainnya, M (35) dan R (37), telah menjalani asesmen terkait kasus sabu. Berdasarkan hasil asesmen, Ammar Zoni dkk direkomendasikan untuk direhabilitasi.

"Iya betul semua tersangka direhabilitasi," kata Kasat Reserse Narkoba Polres Metro Jaksel Kompol Achmad Ardhy saat dihubungi, Senin (13/3/2023).

Dia mengatakan Ammar Zoni dan dua tersangka lainnya diserahkan ke pusat rehabilitasi narkoba di Lido, Bogor, Senin (13/3), sekitar pukul 16.00 WIB. Rencananya mereka direhabilitasi selama 3-6 bulan ke depan.

"Direhab 3 sampai 6 bulan. Jadi itu rehab inap, jadi nggak keluar keluar benar-benar rehabilitasi," ujarnya.

Dia menyebutkan, meskipun para tersangka direhabilitasi, proses hukum dalam kasus tersebut tetap berjalan.

"Untuk proses hukum masih berlangsung," jelasnya.

3 Kali Nyabu Sejak Awal Tahun

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan artis Ammar Zoni (AZ) bersama 2 tersangka kasus narkoba lainnya, M dan RH, membeli narkoba jenis sabu di Boncos, Jakarta Barat. Mereka diduga telah membeli narkoba sebanyak 3 kali sejak Januari.

"Tersangka M dan tersangka lainnya mengakui bahwa ini merupakan pembelian yang ketiga kalinya dalam periode Januari hingga Maret 2023," kata Ade dalam jumpa pers di Mapolres Jaksel, Jumat (10/3/2023).

Polisi telah melakukan tes urine kepada Ammar Zoni. Hasilnya positif narkoba.

"Terhadap ketiga tersangka telah kami lakukan pemeriksaan urine hasilnya ketiga tersangka positif metamfetamin dan amfetamin pada kandungan narkotika jenis sabu," tutur dia.

Selain itu, Ammar Zoni dijerat dengan Undang-Undang tentang Narkotika. Dia terancam penjara paling lama 12 tahun.

"Berdasarkan keterangan saksi penangkap, keterangan tersangka, barang bukti yang telah kami amankan, maka terhadap ketiga tersangka kami jerat atau kami sangkakan Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," jelasnya.

"Ancamannya adalah minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun penjara," imbuhnya.

(wnv/mea)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT