Tim SAR Terus Cari 2 Mahasiswa UGM yang Hilang di Papua
Jumat, 25 Agu 2006 09:34 WIB
Jakarta - Pencarian 2 mahasiswa UGM di daerah Timika Papua, hingga Jumat (25/8/2006) pukul 08.00 WIB masih dilanjutkan. Penelusuran tersebut dilakukan oleh 23 anggota tim SAR dengan menggunakan 3 perahu karet dan 1 boat besar."Pencarian akan kita mulai dari Pulau Puriri Barat dan Timur sendiri. Mungkin akan diutamakan di sekitar barat. Sungai Pomako dan Sungai Amamapare. Itu sesuai dengan tempat dimana kita menemukan salah satu korban," kata Kepala Kantor Tim SAR Suyanto Samijan saat dihubungidetikcom, Jum'at (25/8/2006).Menurutnya daerah hilangnya kedua mahasiswa UGM tersebut diketahui mempunyai ombak pantai yang cukup besar. Terjadinya pasang surut di Pantai Selatan Papua atau Laut Arafuru sangat jauh."Jika sudah terjadi penyurutan ombak pantai, sejauh mata memandang bisa sampai kering dari Merauke sampai Asmat. Pantai Selatan Papua ini memang cukup unik ya. Arusnya bisa sangat kencang sekali dan besar tapi bisa juga sampai kering. Kemungkinan mereka saat itu berusaha berenang untuk mencari bantuan tapi tenaganya tidak kuat dengan arus yang kuat saat itu," katanya," paparnya.Dihubungi terpisah, Kasat Polair Timika AKP Abas menambahkan pencarian kedua mahasiswa UGM tersebut juga dilakukan oleh Pemerintah Daerah Asmat, kepolisian dan Koramil, serta bantuan emergency responce dari PTFI. Dalam pencarian rompi yang telah ditemukan, diketahui dari saksi hidup Amir dan Miarmias yang turut membantu korban mengendarai speed boat tersebut bahwa rompi tersebut bukanlah milik kedua mahasiswa yang hilang."Karena saat mereka pergi, mereka tidak memakai rompi sama sekali. Jadi itu rompi yang sudah lama sekali hanyut," ujarnya.
(ary/)











































