George Aditjondro: Saat Ini Hanya Ada Orde New Soeharto
Jumat, 25 Agu 2006 05:25 WIB
Jakarta - Gerakan reformasi yang menumbangkan pemerintahan Soeharto diinilai telah gagal total. Karena saat ini tidak ada reformasi, namun yang ada hanya new Soeharto."Rezim atau pemerintah yang berkuasa saat ini adalah bagian dari rezim atau kroni Soeharto," kata pengamat politik George Aditjondro dalam bedah buku berjudul 'Soeharto Sehat' di kantor Kontras, Jalan Borobudur Jakarta, Kamis (24/8/2006).Aditjondro menjelaskan, setelah lengsernya Soeharto, kasus korupsi yang menyentuh pemrakarsa orde baru ini sangat sulit. Walapupun rakyat menuntut proses pengadilan, nyatanya Soeharto tidak lagi diproses secara hukum.Selain itu, pengamat politik ini mencontohkan kasus lainnya, yakni keberadaan Aburizal Bakrie dalam kabinet. "Dari dulu sampai saat ini, ia masih berbisnis dengan Soeharto atau anak-anaknya," kata dosen Satya Wacana ini.Dalam pandangan George, Soeharto adalah pelopor gerakan kapitalisme global. "Pembataian tahun 1965 dirancang Soeharto untuk mempersiapkan penanaman modal asing," jelasnya.Oleh karena itu, korban pembataian adalah petani, nelayan, buruh, pelajar kiri yang dinilai Soeharto dapat menghambat rencana kapitalisme."Negara, militer, pemodal bersatu untuk menguras habis negeri sistem pemerintahan yang dibangun Soeharto merupakan situasi ekplorasi, bukan demokasi," ujarnya.Akumulasi kekayaan Soeharto adalah buah dari pembantaian tahun 1965. "Kasus pembantaian dukun santet di daerah tapal kuda Jawa Timur tidak luput dari pengamatan George. Pembantaian itu sebenarnya pembantaia ulama lokal tanggapan menghambat kapitalisme," paparnya.
(ary/)











































