Sebelum Ditangkap, Tersangka Cyber Terrorism Uji Skripsi

Sebelum Ditangkap, Tersangka Cyber Terrorism Uji Skripsi

- detikNews
Kamis, 24 Agu 2006 20:13 WIB
Semarang - Oleh kepolisian, Agung Setyadi (31) disangka membantu pembuatan situs teroris www.anshar.net. Sebelum ditangkap, dia sempat menguji skripsi mahasiswanya. Hmm, dosen yang baik! Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 15 Agustus 2006 lalu. Pembantu Rektor I Unisbank Isworo Nugroho ditemui di kantornya, Jalan Pandanaran Semarang, Kamis (24/8/2006) menyatakan, ketika menguji skripsi, Agung ditunggui beberapa aparat yang mengaku dari Mabes Polri.Saat peringatan HUT RI, 17 Agustus lalu, tujuh polisi berpakaian preman juga mendatangi kampus. Mereka minta nomor ponsel rektor. Karena terbentur aturan, pihak kampus tak berani memberikannya.Malam harinya, polisi kembali datang. Kali ini, mereka ditemani Agung dan minta pegawai kampus membuka laboratorium komputer. Setelah menggeledah isi kampus, polisi pulang.Esoknya sekitar pukul 07.30 WIB, 18 Agustus, tujuh personil polisi berpakaian preman datang untuk mengkloning data di komputer Agung. Proses cloning disaksikan Agung, Kepala Laboratorium Komputer Setiawan Wibosono, dan Isworo."Awalnya kami tidak memperbolehkan polisi mengkloning data di komputer, karena itu data internal. Namun setelah polisi siap memberi BAP (Berita Acara Pemeriksaan), kami persilahkan polisi mengkloning data tersebut," kata Isworo.Isworo tidak mengetahui dengan pasti data apa saja yang diambil kepolisian. Dia sudah merasa yakin tak terjadi apa-apa setelah polisi memberinya BAP. "Setelah mengkloning data, polisi dan Agung sudah tak kembali ke kampus lagi. Saya tahu dari detikcom, ternyata mereka sudah di Mabes Polri," lanjutnya.Isworo bersama Rektor Unisbank Riki Y Sutomo, serta segenap civitas akademika Unisbank menyatakan siap menunggu hasil pemeriksaan Polri. Agung terbukti sebagai teroris atau tidak, tak akan jadi masalah."Yang jelas, tindakan Agung sama sekali tidak terkait dengan kampus. Itu permasalahan pribadi dan kami tak mampu memantau secara keseluruhan aktivitas pribadi-pribadi di sini," tegas Riki Y Sutomo. (ary/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini