TPM: Kasus Laptop Trik Polri Jegal PK Imam Samudra

TPM: Kasus Laptop Trik Polri Jegal PK Imam Samudra

- detikNews
Kamis, 24 Agu 2006 17:14 WIB
Jakarta - Koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta menilai kasus laptop Imam Samudra hanya sebagai trik Polri menjegal peninjauan kembali (PK) terpidana mati bom Bali I tersebut. Selain itu, Imam tidak memiliki uang untuk membeli laptop."Saya selalu mewaspadai hal itu dan itu tidak menutup kemungkinan. Buktinya saja penyidikan untuk cyber terrorism tidak transparan karena berada pada dunia maya. Bukan mustahil, ini pancingan dari oknum polisi untuk menjerat teroris Islam kembali ke penjara, dan ujung-ujungnya tidak lain menjerat Ustad Abu Bakar Ba'asyir," terang Mahendra kepada detikcom, Kamis (24/8/2006).Mahendra menilai aneh tudingan Polri bahwa Imam mengendalikan bom Bali II. "Namanya cyber terrorist itu rentan dengan rekayasa. Bagaimana bisa tahu yang mengendalikan itu Imam atau bukan," ujarnya sambil tertawa.Dia pun merasa aneh Imam memiliki laptop. "Saya juga merasa aneh, Imam Samudra kan bukan orang yang punya duit, bagaimana dia bisa memiliki peralatan canggih seperti itu. Lagipula Imam Samudra kan di LP Kerobokan sangat disebelin, bagaimana ada yang mau bantu dengan orang yang disebelin," kata Mahendra.Polri menduga laptop untuk terpidana mati bom Bali I tersebut masuk ke dalam LP Kerobokan, Bali atas bantuan sipir penjara.Laptop dikirim oleh Agung Setiadi, tersangka cyber terrorism dengan bantuan sipir. Laptop dikirim pada Juli 2005 melalui jasa pengiriman kilat Tiki JNE. (aan/)


Berita Terkait