Dosen Dituduh Teroris, Rektor Unisbank Semarang Sempat Shock
Kamis, 24 Agu 2006 16:31 WIB
Semarang - Meski belum terbukti bersalah, berita penangkapan Agung Setyadi (31), dosen Unisbank Semarang yang disangka terlibat terorisme, telah diketahui publik. Rektor Unisbank pun sempat shock. "Ya, shock. Bagaimanapun nama kampus jadi taruhan. Kami khawatir muncul image yang tidak-tidak di masyarakat," kata Rektor Unisbank Semarang Riki Y Sutomo ketika ditemui di kantornya, Jalan Pandanaran, Semarang, Kamis (24/8/2006). Sutomo menjelaskan, Agung mulai mengajar pada tahun 1999 dan kini ia dinyatakan sebagai dosen tetap. Selama ini, perilaku Agung biasa saja, bahkan terkesan sangat santun. Tak tampak adanya kejanggalan sebagaimanan diberitakan di media massa. Sutomo mengakui dirinya tak bisa memantau kegiatan Agung secara keseluruhan. Sehingga jika Mabes Polri menangkap dan memeriksanya, pihak kampus hanya bisa menunggu hasil pemeriksaan. "Kami tak mungkin mengawasi satu per satu dosen di Unisbank. Jadi kalau ada kejadian seperti ini, itu murni tindakan pribadi. Kampus sama sekali tak terkait," jelas Sutomo yang didampingi Pembantu Rektor I Isworo Nugroho, Humas Heru Yulianto, dan dosen Hukum Syafiq. Sutomo menyesalkan pemberitaan yang terkesan membabi buta terhadap sepak terjang Agung, termasuk dengan mem-blow up Unisbank. Padahal, hal itu bisa berdampak negatif terhadap kampus yang dipimpinnya. Sutomo menegaskan, segala tindakan Agung berada di luar jangkauan kampus. "Karena itu, sekali lagi, kami ingin meluruskan bahwa kami sama sekali tak tahu menahu perihal perilaku orang per orang di sini," katanya. Mengenai sanksi yang diberikan jika Agung terbukti ikut dalam jaringan terorisme, Sutomo menyatakan, pihak kampus belum bisa memutuskan. Pihak kampus akan menunggu proses pemeriksaan Agung di Mabes Polri.
(nrl/)











































