Ratusan Siswa SD di Solo Keracunan Frutillo Magic Gratis

Ratusan Siswa SD di Solo Keracunan Frutillo Magic Gratis

- detikNews
Kamis, 24 Agu 2006 16:16 WIB
Solo - Ratusan SD Marsudirini, Solo, keracunan setelah mengonsumsi minuman suplemen yang dipromosikan sales ke sekolah tersebut. Kondisi sebagian besar siswa kritis sehingga dirujuk ke rumah sakit.Menurut pengakuan sejumlah korban, beberapa saat setelah meminum Frutillo Magic, produk minuman kemasan dari PT Nutrifood Indonesia, mereka mengalami mual-mual dan pening. Tak lama setelah itu para siswa muntah-muntah, bahkan tidak sedikit yang pingsan.Peristiwa itu terjadi saat istirahat kedua sekitar pukul 11.15 WIB, Kamis (24/8/2006). Seorang salesman bernama Andi Cahyono (26) dan Yuli Kristanto (25), mendatangi SD Marsudirini di Jalan Sugiyopranoto. Sales itu lalu membagikan produk minuman yang sedang dipromosikannya secara cuma-cuma.Mengetahui ada promosi gratis, para siswa lalu merebut untuk mendapatkan minuman rasa strawberi itu. "Namun setelah minum terasa mual dan pening," ujar Yenni, salah seorang korban.Pihak sekolah segera mengambil langkah penyelamatan cepat. Para korban segera dikirim ke RS Brayat Minulyo, Solo, menggunakan bus sekolah. Ratusan siswa itu memenuhi ruang gawat darurat rumah sakit yang tidak seberapa besar itu. Puluhan korban terpaksa rawat inap karena kondisinya kritis.Sebagian besar korban adalah siswa kelas IV dan V yang berjumlah sekitar 400 siswa. Mereka menjadi korban karena mendapat giliran pertama kali untuk mencicipi setelah mengikuti pelajaran olahraga sebelum istirahat kedua.Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian. Selain telah memeriksa pengelola sekolah, Poltabes Surakarta telah memeriksa salesman yang menawarkan minuman tersebut. Dari pemeriksaan fisik produk diketahui bahwa minuman tersebut memasuki masa kadaluwarsa pada tanggal 26 Agustus nanti.Sementara itu, para orangtua korban juga tidak tinggal diam. Mereka mendatangi sekolah anaknya sembari menuntut pihak sekolah bertanggung jawab atas peristiwa itu. Pihak sekolah sendiri hingga saat ini belum memberikan keterangan."Pihak sekolah harus selektif menerima kedatangan sales promosi produk makanan dan minuman ke sekolah, karena kecerobohan seperti ini bisa berdampak serius. Bahkan bisa membahayakan jiwa anak-anak," ujar Hardiyanto, salah seorang orangtua korban. (nrl/)



Berita Terkait