Putra SBY Tak Boleh Minta Pengamanan Istimewa
Kamis, 24 Agu 2006 13:56 WIB
Jakarta -
Pengiriman pasukan perdamaian ke Libanon yang mengikutsertakan putra sulung Presiden SBY, Agus Harimurti, mendapat perhatian dari pimpinan DPR RI. Karena Agus mengemban tugas negara, dia harus profesional dan tidak meminta keistimewaan terutama dalam hal pengamanannya.Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif kepada detikcom di Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (24/8/2006)."Karena ini tugas prajurit, ya harus dilakukan secara profesional. Tidak boleh minta keistimewaan," kata Zaenal.Ditambahkan Zaenal, sebagai putra presiden, Agus justru punya beban lebih dalam misi ini yaitu menunjukkan sebagai calon yang berani, tegas dan profesional. "Sehingga tugas dari misi berjalan dengan baik dan membawa harum nama Indonesia di dunia internasional," kata politisi PBR ini.Sementara itu terkait penolakan Israel atas kehadiran pasukan Indonesia dan Malaysia dalam pasukan perdamaian PBB, tidak perlu ditanggapi. "Biarin aja Israel begitu. Ini kan misi perdamaian PBB," ujarnya sengit.
(ken/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































