Ratusan Pasien Berobat di Kapal RS Milik AS di Kupang

Ratusan Pasien Berobat di Kapal RS Milik AS di Kupang

- detikNews
Kamis, 24 Agu 2006 10:43 WIB
Kupang - Operasi kemanusiaan yang digelar Amerika Serikat sejak 20 - 26 Agustus 2006 di atas kapal United States Navy Ship (USNS) Mercy TAH19 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Terbukti tak kurang dari 200 pasien per hari, berbondong-bondong ke kapal itu untuk mendapatkan perawatan kesehatan gratis.Pasien yang datang kebanyakan untuk berobat sakit gigi, mata, tumor dan hernia. Ada juga datang untuk operasi bibir sumbing dan suntikan imunisasi. Bahkan tumor kandungan seberat 21 kilo yang diderita seorang wanita (31) telah berhasil dikeluarkan. Tampak juga 5 pasien anak-anak dari Pangkalan Madura yang menderita polio.Selain berlokasi di kapal, operasi kemanusiaan juga dilakukan di darat seperti di RSUD Yohanes dan 2 puskesmas. Mereka juga memberikan medical training di RS Wira Sakti milik TNI. Menurut penanggung jawab operasi kemanusiaan di RSUD Yohanes, Letkol Cindy Potter, pasien yang harus menjalani operasi langsung dikirim ke kapal. Sementara mereka yang dapat ditangani di klinik tidak perlu ke kapal."Kemarin kita sudah mengoperasi bayi berusia 7 bulan yang mengalami kelainan dubur dan hasilnya bagus, sudah sehat kembali," kata Cindy.Kapal Mercy TAH19 yang dulunya kapal tangker dan telah disulap menjadi kapal rumah sakit itu didatangkan langsung dari Amerika Serikat. Di dalamnya terdapat 700 personel baik awak kapal maupun tim medis. Kapal itu juga dilengkapi dengan peralatan canggih layaknya rumah sakit modern seperti CT Scan, ruang perawatan, laboratorium, kamar operasi, apotek, bank darah, dsb.Sebelumnya, kapal besar itu singgah di Banda Aceh, Simeulue, Nias, dan Tarakan. Rencananya, setelah 26 Agustus kapal akan bergerak menuju Dili, Timor Leste. Jumlah pasien diperkirakan meningkat hingga 400 per hari menjelang berakhirnya operasi kemanusiaan. (ken/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait