AS Kembali Tawarkan Cabut Embargo Kuba
Kamis, 24 Agu 2006 08:35 WIB
Washington - Kuba akan segera terbebas dari embargo perdagangan. Namun syaratnya, negara di Amerika Selatan ini bersedia merangkul prinsip demokrasi.Demikian disampaikan Asisten Sekretaris Hubungan Negara Barat AS, Tom Shanon, seperti dilansir dari AFP, Kamis 24/8/2006)."Kami akan konsultasikan pencabutan embargo dengan Kongres, bila Kuba menerima aturan demokrasi dan menghormati HAM," ujar Shanon.Ditambahkan dia, tawaran pencabutan embargo bersyarat ini pernah dilontarkan Presiden AS George W Bush, pada 2002 lalu. Namun tawaran ini ditolak Presiden Cuba Fidel Castro."Penawaran ini masih berlaku," imbuh Shanon.Bila Kuba bersedia merangkul prinsip demokrasi, maka artinya pemerintah harus memberikan kebebasan warga negaranya untuk berorganisasi, dan menyiapkan mekanisme penyelenggaraan pemilu yang adil dan jujur.Sejak 31 Juli lalu, Raul Castro menggantikan sementara posisi kakaknya, Fidel Castro, yang telah berkuasa di Kuba selama hampir 48 tahun. Dalam pidatonya minggu lalu, Castro junior mengatakan akan memobilisasi puluhan ribu pasukan cadangan dan militan untuk menghadapai kemungkinan invasi AS.Pada masa lalu, AS pernah menginvasi Kuba. Rezim Komunis Kuba menjadi target embargo sejak 1962.
(nvt/)











































