Cyber Terrorism
Teknologi yang Membawa Sial
Kamis, 24 Agu 2006 04:10 WIB
Jakarta - Melek teknologi tidak membuat seseorang jauh dari jeruji penjara. Agung Prabowo alias Max Fiderman (24) harus rela berdiam di Rutan Mabes Polri dan menjalani pemeriksaan. Teknologi membawa sial baginya.Mahasiswa Universitas Negeri Semarang ini ditangkap Polri pada 12 Agustus lalu karena diduga membantu tindak pidana terorisme melalui modus teroris siber.Max membuat situs www.ashar.net atas permintaan Agung Setiyadi, tersangka siber terorisme lainnya yang juga dosen di Stikubang Semarang."Max sangat terkenal di dunia hacker," kata kepala Unit V Cyber Crime Direktorat II Bareskrim Mabes Polri Kombespol Petrus Goloce, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo III, Jakarta, Rabu (23/8/2006).Pengalaman dia, lanjut Petrus, antara lain meng-hacking Bank of America dan mampu membuat robot network. Max sering mencari dana carding dan hacking yang dibayar melalui Western Union."Dia orangnya nyentrik. Carding untuk membayar sekolah dan membayar warnet," tambah dia.Max pun diancam hukuman penjara 3 tahun. "Keterlibatan dia di www.anshar.net salah, dia tahu itu. Tapi waktu itu, dia mengaku tidak mengetahui content situs yang dibuatnya," imbuh Petrus.Menurut pengakuan Max, pemuda ini hanya menyiapkan tempat, sedangkan yang mengisi adalah Abul Aziz (tersangka bom Bali II).Situs tersebut, lanjut Petrus, tidak mungkin dibuat orang Indonesia. Hal ini terlihat dari penggunaan kosa kata dalam www.anshar.net, yakni menggunakan kata-kata seperti semasa bayar, tembakan sahaja, dan semasa pejalan."Ini kan bahasa Malay, bukan bahasa kita," ujarnya.Berdasar keteragan, Max sempat memindahkan hosting anshar.net dari Inggris ke Israel. Awalnya, situs itu didaftarkan ke www.openhosting.co.uk, kemudian Max memindahkannya ke sebuah hosting milik Israel.Semula polisi menduga kegiatan ini adalah modus sel terputus milik Nurdin M Top, namun ternyata Max sendiri yang memutuskan hosting itu. Alasannya karena ketakutan.Ketakutan juga dirasakan Max ketika Agung Setiyadi yang minta dibuatkan anshar.net mendatanginya. Agung meminta Max mencarikan laptop dengan cara carding."Meski dibayar, Max tidak mau, karena khawatir terlibat terorisme," kata Petrus.Max mengenal Agung dan Abdul Aziz melalui chatting di MIRC dengan chanel #cafeislam dan di #ahlussunnah.anshar.net berisi materi tauziah Syaikh Mukhlas, jihad, askariyah yang berisi penyerangan dengan memanfaatkan antrean pintu masuk jalan tol, kemacetan di lampu lalulintas, antrean jalan keluar masuk kantor, pusat perbelanjaan, pusat hiburan, pusat olahraga, hotel, dan tempat pameran.Selain itu dicantumkan pula beberapa lokasi target pengeboman di Jakarta, seperti di Ancol, Planet Hollywood, Senayan Golf Driving Range, dan Jakarta Hilton Convention Center.
(nvt/)











































