Nana Juwana Ngaku Sering Diteror
Rabu, 23 Agu 2006 15:49 WIB
Semarang - Kasus Pilkada Depok membuat nama Nana Juwana tersudut sekaligus melambung. Hakim yang baru saja dipromosikan menjadi Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah ini mengaku sering diteror. "Jangan, nomor ponsel saya lagi saya blokir. Belakangan ini saya sering diteror," kata Nana ketika sejumlah wartawan meminta nomor ponselnya usai acara pisah sambut Ketua PT Jateng di PT Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (23/8/2006). Sebelumnya, beberapa pegawai PT Jateng melarang wartawan mewawancarai Nana. Namun, setelah didesak, Nana sendiri yang memutuskan mau diwawancarai. Dia mengaku sangat welcome dengan media massa. Ketika ditanya mengenai adanya orang atau kelompok masyarakat yang menentang kehadirannya sebagai Ketua PT Jateng, Nana tak mempermasalahkan. Dia mempersilakan menilai dirinya, meski penilaian itu tidak benar. "Tidak apa-apa. Itu hak masyarakat. Mereka tidak tahu yang sebenarnya terjadi. Saya hanya menjalankan tugas menjadi Ketua PT Jateng, ," jelas dia. Lelaki kelahiran Tasikmalaya ini yakin, orang atau kelompok yang menentang kehadiran dirinya disebabkan ketidaktahuan saja. Dia memastikan tidak bersalah dalam kasus Pilkada Depok. Karena itu, ia menganggap segala hal negatif berkaitan dengan dirinya adalah isu. "Kalau saya dinonpalukan, itu bisa dibuktikan tidak. Siapa hakim anggota (Pilkada Depok) yang melakukan pertemuan di sebuah rumah makan? Tidak jelas sampai sekarang," kata Nana membela diri. Nana menegaskan, dalam pemeriksaan di MA dan KY, saksi-saksi yang diyakini tahu ada kesalahan dalam putusan Pilkada Depok, tak pernah datang. Sehingga dia tidak bisa dianggap bersalah dalam kasus itu. Meski merasa terus diserang isu negatif, Nana tak akan mengajukan gugatan balik. Dia memilih membiarkan dirinya dicerca atau dihujat habis-habisan daripada melawan. "Ini hasil konsultasi saya dengan penasihat dari kalangan kiai dan lain-lain. Saya tak akan melaporkan orang atau kelompok yang men-dzalimi saya agar tak ada korban baru," papar bapak berputra tiga ini. Meski telah dilantik menjadi Ketua PT Jateng 4 Agustus lalu, hingga kini Nana belum menerima SK pengangkatan. Namun SK itu sudah masuk ke PT Jateng. Dia juga belum sempat mengurus berkas-berkas lain. Nana datang bersama keluarganya di Semarang Selasa (22/8/2006) kemarin.
(asy/)











































