Warga Korban Gempa Tuntut Dana Dibagi Rata
Rabu, 23 Agu 2006 14:38 WIB
Yogyakarta - Sekitar 1.000 orang warga korban gempa di Kabupaten Bantul menggelar aksi demo menuntut dana rekonstruksi dibagi merata. Mereka juga menyatakan menolak adanya dana pendampingan yang jumlahnya mencapai Rp 37 miliar.Aksi yang dilakukan oleh Forum Rakyat Korban Bencana (Forkob) dilakukan di kantor Gubenur DIY di komplek Kepatihan Yogyakarta. Massa yang datang dengan menggunakan sekitar 5 buah truk, satu mobil pick up dilengkapi alat pengeras suara dan ratusan sepeda motor. Pendemo sebagian besar adalah warga Bantul yang menjadi korban gempa 27 Mei lalu.Saat tiba di halaman kantor Gubernur, pintu gerbang sudah dijaga puluhan aparat Poltabes Yogyakarta. Massa menuntut agar bisa berdialog dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Namun Sultan tidak ada di tempat karena sedang mengikuti rapat di Jakarta.Meski sudah diberitahu bila Sultan tidak berada di tempat, massa tetap ngotot untuk masuk dan ditemui langsung oleh Sultan. Karena tidak diperbolehkan memasuki halaman, massa sempat tegang dan terlibat aksi saling dorong dengan petugas. Namun akhirnya oleh Kompol Musni Arifin dari Poltabs Yogyakarta, massa diperbolehkan memasuki halaman dan menggelar orasi di Bangsal Kepatihan sambil duduk secara lesehan.Koordinator aksi, Gamber, dalam orasinya meminta agar pemerintah provinsi segera mencairkan dan membagi rata dana rekonstruksi dan rehabilitasi pembangunan rumah korban gempa. Sebab sampai saat ini dana tersebutbelum cair padahal pemerintah menjanjikan dana itu akan cair pada pertengahan Agustus."Dana itu harus dibagikan merata berapa pun besarnya. Jangan diundur-undur terus tanpa ada kejelasan," katanya langsung disambut yel-yel hidup Bantul, hidup Yogya berkali-kali.Menurut dia, warga juga menolak adanya dana pendampingan yang mencapai Rp 37 miliar. Dana pendampingan itu harus tidak ada sehingga bisa digunakan untuk membangun rumah korban gempa lainnya. "Kami juga meminta Gubernur segera menutup lowongan pekerjaan untuk pendampingan," tegas dia.Dia mengatakan warga juga meminta agar dana itu cair dan berikan pada warga dalam bentuk uang cash. Sebab dengan dana dalam bentuk uang cash itu, warga lebih mudah membelanjakan untuk keperluan rekonstruksi rumah. "Bila uang cash akan lebih judah karena tiap warga tidak sama kebutuhannya. Warga juga harusdibebaskan untuk membangun rumahnya sendiri," kata Gamber.Meski tidak berhasil bertemu dengan Gubernur DIY maupun Sekda DIY Bambang SP, warga terus menggelar orasi di Bangsal Kepatihan. Satu persatu wakil warga korban gempa dari berbagai kecamatan di Bantul menyampaikan uneg-unegnya. Foto:Suasana demonstrasi
(nrl/)











































