Gara-gara Patah Hati, Pengusaha Bikin Ancaman Bom
Rabu, 23 Agu 2006 13:59 WIB
Beijing - Gara-gara patah hati, seorang pria iseng-iseng menulis pesan berisi ancaman bom di atas pesawat. Buntutnya, warga Australia itu ditangkap aparat kepolisian Cina.Ancaman bom yang ditulis pria itu sempat menimbulkan kepanikan di atas pesawat milik maskapai China Southern Airlines yang sedang terbang menuju Sydney, Australia. Pesan tersebut ditemukan dalam penerbangan dari Kota Guangzhou, Cina menuju Sydney pada Senin 21 Agustus lalu.Akibat temuan itu, pilot memutuskan untuk mengambil tindakan darurat dan kembali ke Guangzhou. Begitu mendarat, para penumpang yang berjumlah 200 orang diperintahkan untuk keluar dari pesawat. Mereka pun ditanyai secara intensif. Sementara petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh di dalam pesawat. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada bahan peledak. Ancaman tersebut terbukti hanya gertakan belaka.Akibat insiden ini, para penumpang harus menunggu berjam-jam sebelum diterbangkan kembali ke Australia. Pesawat akhirnya mendarat di Sydney 7 jam lebih lama dari jadwal.Kepolisian Cina menangkap salah seorang penumpang pesawat bernama Wong Chung-wah, pengusaha berkebangsaan Australia keturunan Hong Kong. Pria berusia 39 tahun itu diamankan setelah dipastikan bahwa tulisan tangannya cocok dengan tulisan dalam surat gertakan tersebut.Demikian disampaikan seorang pejabat kepolisian Cina seperti dikutip kantor berita resmi Cina, Xinhua dan dilansir AFP, Rabu (23/8/2006).Pemerintah Australia telah mengetahui penangkapan warganya ini. "Kami bisa konfirmasikan bahwa seorang warga New South Wales berumur 39 tahun ditangkap di Guangzhou pada 22 Agustus," ujar juru bicara Departemen Urusan Luar Negeri Australia di Canberra. "Kami tahu dia tengah diinterogasi sehubungan dengan ancaman bom palsu," imbuhnya.Menurut Xinhua, Wong mengaku kepada polisi kalau dirinya sedang patah hati. Dia sengaja bikin ancaman bom palsu itu karena tertekan.
(ita/)











































