Dubes RI di Jepang Sambut Pelari RI Peserta Tokyo Marathon 2023

ADVERTISEMENT

Dubes RI di Jepang Sambut Pelari RI Peserta Tokyo Marathon 2023

Mega Putra Ratya - detikNews
Sabtu, 04 Mar 2023 21:06 WIB
KBRI Tokyo
Foto: KBRI Tokyo
Jakarta -

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mikronesia, Heri Akhmadi, menyambut antusias kedatangan para pelari marathon asal Indonesia yang akan ikut serta dalam ajang Tokyo Marathon 2023 pada Minggu (5/3).

Ia bahkan menggelar dua acara khusus untuk menyambut kedatangan para pelari marathon itu. Acara itu juga digelar dalam rangka memperingati 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang.

"Dengan senang hati, saya menyambut seluruh pelari Indonesia yang berpartisipasi pada Tokyo Marathon 2023," kata Heri dalam keterangannya, Minggu (5/3/2023).

Heri mengatakan itu saat bertemu para pelari di Wisma KBRI Tokyo, Jumat (3/3).

"Tahun ini adalah tahun ke-65 ulang tahun penandatanganan hubungan diplomatik Indonesia-Jepang. Bersamaan dengan kepemilikan wisma Indonesia ini dibeli oleh pemerintah RI pada tahun 1958. Sejak itu, maka wisma ini menjadi rumah kita bersama, rumah para warga Indonesia juga," katanya.

Ada dua acara yang digelar pihak KBRI untuk menyambut para pelari sekaligus memperingati 65 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang, yaitu shake-out run dan jamuan makan malam carbo loading night.

Shake-out run diselenggarakan di Hibiya Park, Tokyo, pada Jumat 3 Maret jam 8:00 waktu setempat. Acara itu bertujuan sebagai ajang pemanasan bagi pelari Indonesia untuk mengikuti Tokyo Marathon.

Selanjutnya, digelar juga jamuan makan malam carbo loading night yang diselenggarakan di Wisma Duta Besar RI di Tokyo, pada Jumat 3 Maret jam 18:00 waktu setempat.

Carbo Loading atau Carbohydrate Loading adalah peningkatan asupan karbohidrat bagi para pelari guna menaikkan kadar glikogen dalam otot sebelum melakukan lari jarak jauh seperti lari marathon. Dubes RI menggelar acara itu bekerjasama dengan PT Amerta Indah Otsuka dan Cerita Lari.

"Berbagai kegiatan kami lakukan dalam memperingati 65 tahun hubungan Indonesia - Jepang. Dengan semangat "Satu Hati" atau "Kokoro-Hitotsu-Ni", kegiatan ini sebagai simbol kesiapan Indonesia untuk lebih meningkatkan kerja sama kedua negara di berbagai bidang," tegas Heri Akhmadi.

Heri pun berharap dengan berbagai persiapan ini, para pelari yang akan ikut ajang Tokyo Marathon besok bisa tampil dengan optimal dan menempuh garis finish.

"Tokyo Marathon sebagai 1 dari 6 world marathon majors di dunia tentu menjadi sebuah ajang yang prestisius," katanya.

Ada ratusan pelari asal Indonesia yang akan mengikuti ajang Tokyo Marathon besok. Salah satunya adalah istri dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Siti Atikoh.

Atikoh pun mengaku sangat senang dengan sambutan luar biasa dari pihak KBRI ini. Ia juga merasakan situasi nostalgia karena pernah menempuh pendidikan S2 di Tokyo pada 2007 lalu.

"Waktu itu (kuliah di Tokyo), bisa berfoto di KBRI saja sudah senang luar biasa, apalagi malam ini bisa bersilaturahmi dengan Bapak Dubes Heri Akhmadi, beserta Ibu dan para pelari Indonesia lainnya," kata dia.

Adapun ajang Tokyo Marathon ini adalah kompetisi marathon kedua yang diikuti oleh Atikoh, dan akan menjadi ajang world marathon major pertamanya.

Ia mengaku sudah berlatih intensif selama dua bulan di Semarang.

Meski demikian, ia tetap harus menyesuaikan diri dengan suhu di Tokyo yang sangat berbeda dengan di Semarang.

"Tidak ada target muluk-muluk, tapi saya hanya berharap bisa finish dengan baik di Tokyo Marathon besok, dan harapan yang sama untuk seluruh pelari Indonesia yang berpartisipasi besok," katanya.

Ia pun tak lupa turut mengucapkan terima kasih pada Dubes Heri Akhmadi yang sudah menyambut dan mengadakan acara bagi para pelari asal Indonesia.

(mpr/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT