J Kristiadi: Golkar Hanya Jadi Pemadam Kebakaran
Rabu, 23 Agu 2006 09:55 WIB
Jakarta - Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) meminta Partai Golkar mengevaluasi dukungannya pada pemerintah. Pengamat CSIS, J Kristiadi, menilai hal tersebut karena SOKSI melihat Partai Golkar diperlakukan tidak adil oleh pemerintah dan hanya menjadi pemadam kebakaran."Persepsinya demikian. SOKSI merasa Partai Golkar tidak diperlakukan adil oleh pemerintah," imbuh Kristiadi saat dihubungi detikcom, Rabu (23/06/2006). Permintaan ini, menurut Kristiadi, sebagai upaya tekanan agar Partai Golkar lebih diperhatikan pemerintah."Golkar dianggap sebagai pemadam kebakaran atau sebagai aset bangsa? Kalau aset harus diberi posisi yang penting. Seperti posisi-posisi penting di daerah," tambah Kristiadi. Salah satu contoh adalah kasus Pilkada Lampung. Mendagri ikut campur dalam sengketa Alzier dari kubu Partai Golkar dengan Sjachroedin. Efeknya sampai dengan saat ini Lampung tidak mempunyai gubernur yang jelas.Kristiadi mengimbau agar sengketa Pilkada Lampung diselesaikan lewat jalur hukum, lewat MA. Pemerintah tidak usah ikut campur. Sengketa yang tak kunjung selesai ini merugikan Partai Golkar.Lebih lanjut, Kristiadi menolak bila permintaan evaluasi dari SOKSI sebagai indikasi Partai Golkar akan menarik dukungannya dari pemerintah. "Cuma tekanan-tekanan aja. Karena mereka merasa berhak untuk mendapat posisi penting di daerah," imbuhnya. Tindakan SOKSI juga mencerminkan kerancuan struktur politik. Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensial tapi menghadapi praktek-praktek yang parlementarian. SOKSI berusaha menarik garis struktur untuk lebih jelas memposisikan Partai Golkar di pemerintahan. "Wacana ini dijadikan pintu masuk untuk memikirkan struktur pemerintahan yang ada," tandas Kristiadi.
(ahm/)











































